IKLIM
2 menit membaca
BMKG perkirakan musim hujan di Indonesia mundur ke awal November akibat El Nino
Badan meteorologi memprediksi musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia tahun ini mundur ke awal November dengan durasi yang lebih pendek.
BMKG perkirakan musim hujan di Indonesia mundur ke awal November akibat El Nino
Musim hujan diperkirakan tiba pada awal November di sebagian besar wilayah Indonesia. / reuters

Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan baru akan memasuki musim hujan pada awal November mendatang, atau mundur dari jadwal normal yang biasanya dimulai pada Oktober. Fenomena cuaca El Nino yang masih bertahan menjadi pemicu utama pergeseran musim ini.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)—sebagaimana dilaporkan Reuters—Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa sekitar 61 persen wilayah daratan Indonesia akan mengalami musim hujan yang datang lebih lambat dari biasanya.

"Musim hujan diperkirakan tiba pada awal November di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk beberapa bagian Kalimantan serta pulau Sumatra, Jawa, dan Sulawesi," ujar Teuku dalam konferensi pers, Selasa (22/9).

Selain datang lebih lambat, durasi musim hujan tahun ini juga diprediksi lebih pendek, sementara fenomena El Nino diperkirakan masih akan berlangsung hingga kuartal pertama 2027. Meski demikian, dampak kekeringan akibat El Nino dipastikan akan mereda seiring datangnya musim hujan.

Musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia nantinya akan mencapai puncaknya pada Desember, dengan intensitas hujan lebat yang masih berpotensi terjadi pada Januari dan Februari tahun depan.

Di sisi lain, perpanjangan musim kemarau sebelumnya telah memicu gelombang kebakaran hutan paling intens dalam 11 tahun terakhir akibat lonjakan suhu dan kekeringan yang didorong oleh kondisi "super El Nino". Data resmi mencatat kebakaran telah menghanguskan 202.000 hektare lahan sepanjang Januari hingga Juli, sementara kelompok lingkungan hidup YKAN memperkirakan tambahan 600.000 hektare lahan turut terdampak pada Agustus.

Menanggapi kondisi cuaca ekstrem ini, pihak BMKG mengimbau sektor pertanian untuk segera menyesuaikan jadwal tanam. Petani disarankan agar memilih varietas tanaman dengan siklus tumbuh yang lebih singkat guna mengantisipasi dampak musim kemarau yang berkepanjangan.

Sementara itu, pejabat BMKG lainnya, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan bahwa fenomena El Nino masih memberikan dampak yang cukup kuat di sebagian besar wilayah Indonesia sepanjang September ini. Namun, ia memastikan pengaruh kekeringan tersebut akan berangsur usai begitu musim hujan tiba.

TerkaitTRT Indonesia - Jakarta waspadai lonjakan DBD dan Super Flu di tengah musim hujan
SUMBER:TRT Indonesia, reuters