Setidaknya sepuluh warga Palestina tewas dan 29 lainnya terluka dalam serangan Israel di berbagai wilayah Gaza sejak Minggu pagi, menurut sumber medis, ketika Israel melanjutkan pelanggaran harian terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Di pusat Kota Gaza, empat warga Palestina tewas dan tujuh lainnya luka-luka ketika sebuah drone Israel menabrak sebuah kendaraan sipil dekat Alun-alun Palestina di lingkungan Rimal, kata sumber medis kepada Anadolu.
Sumber-sumber itu juga mengatakan bahwa Hadeel Ayman Jundi, berusia 14 tahun, meninggal akibat luka yang dideritanya dalam serangan Israel di Kota Gaza pada hari Sabtu.
Di Gaza selatan, lima warga Palestina tewas dan 17 lainnya luka-luka dalam serangan Israel yang menarget pos polisi di wilayah Al-Nass barat Khan Younis.
Di Gaza utara, sumber medis mengatakan lima warga Palestina yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Lapangan Al-Saraya setelah serangan yang dilakukan oleh angkatan laut Israel di sebelah barat kota Beit Lahia.
Di pusat Gaza, seorang remaja Palestina yang bekerja sebagai nelayan tewas pada Minggu pagi ketika angkatan laut Israel membuka tembakan senapan mesin ke kapal-kapal nelayan lepas pantai Deir al-Balah, menurut sumber medis.
Sumber medis juga melaporkan bahwa jenazah dua warga Palestina dibawa ke Rumah Sakit al-Shifa di barat Gaza setelah mereka ditemukan pada Minggu pagi di sebuah rumah yang terkena penembakan artileri Israel di lingkungan Zeitoun tenggara Kota Gaza pada hari Sabtu.
Genosida Israel
Serangan-serangan itu terjadi sementara Israel terus meningkatkan agresinya terhadap Gaza meskipun berlangsungnya pembicaraan di Kairo yang bertujuan menyelesaikan fase pertama dari kesepakatan gencatan senjata dan membahas mekanisme serta pengaturan untuk beralih ke fase kedua.
Pada September, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana 20 poin yang menguraikan kerangka gencatan senjata yang mencakup pembebasan tahanan Israel, penarikan Israel dari Gaza, pembentukan administrasi teknokratis, dan penempatan pasukan stabilisasi internasional, beserta seruan agar Hamas melucuti senjata.
Fase pertama dari kesepakatan gencatan senjata termasuk gencatan dan pertukaran tahanan antara Israel dan faksi-faksi Palestina. Namun, sumber-sumber Palestina mengatakan Israel terus melanggar kesepakatan itu hampir setiap hari.
Dalam fase kedua, Israel diperkirakan akan melakukan penarikan lebih lanjut dari wilayah itu, sementara pasukan stabilisasi internasional akan mengambil alih tanggung jawab keamanan, termasuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan bahan rekonstruksi.
Genosida yang dilakukan Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan hampir 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, menurut angka-angka Palestina.
Meskipun gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, tentara Israel telah menewaskan setidaknya 961 warga Palestina dan melukai lebih dari 3.000 lainnya dalam serangan hampir setiap hari, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.


















