Palang Merah Indonesia (PMI) menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina, di tengah situasi politik yang terus berkembang. Penegasan itu disampaikan Ketua PMI Jusuf Kalla saat menerima kunjungan Imam Besar Masjid Al-Aqsa sekaligus Mufti Agung Al-Quds, Syekh Muhammad Ahmad Hussein, di Jakarta, Senin.
Dalam pertemuan tersebut, Kalla menekankan bahwa prinsip netralitas dan imparsialitas menjadi dasar PMI dalam menjalankan mandat kemanusiaan. “PMI memiliki mandat kemanusiaan yang tidak bisa ditawar. Apa pun kondisi politiknya, kami akan terus hadir untuk rakyat Palestina,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak hanya bersifat simbolik, tetapi diwujudkan melalui berbagai program bantuan, mulai dari layanan kesehatan, distribusi logistik, hingga dukungan psikososial bagi warga terdampak konflik.

Kunjungan delegasi Palestina, yang turut dihadiri Utusan Khusus Presiden Palestina Mahmoud Al-Habbash dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari, dinilai mempertegas hubungan erat kedua pihak.
Al-Habbash menyampaikan apresiasi atas konsistensi Indonesia dalam mendukung Palestina di berbagai forum internasional, menyebut Indonesia sebagai mitra yang selalu berdiri di garis depan solidaritas.
Sebagai bagian dari kunjungan tersebut, Syekh Muhammad Ahmad Hussein mengalungkan syal khas Palestina (keffiyeh) kepada Kalla. Menurut PMI, simbol budaya itu sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi Indonesia, khususnya dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza dan wilayah Palestina lainnya.
Jusuf Kalla juga menegaskan kembali posisi Indonesia dalam isu Palestina. “Indonesia akan selalu berdiri bersama rakyat Palestina… dan mengadvokasi perdamaian yang adil dan abadi,” katanya.




















