BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
IHSG bergejolak, pasar dibayangi ketidakpastian negosiasi perang AS terhadap Iran
Di saat yang sama, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed memudar. Harga minyak yang tinggi dinilai berpotensi mendorong kebijakan lebih ketat.
IHSG bergejolak, pasar dibayangi ketidakpastian negosiasi perang AS terhadap Iran
FOTO ARSIP: Papan elektronik yang menampilkan indeks pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, / Reuters
12 jam yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis pada perdagangan Kamis (26/3), namun arah pergerakannya diperkirakan tidak stabil seiring pelaku pasar global mencermati perkembangan upaya deeskalasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada awal sesi, IHSG naik 0,16 persen ke level 7.313,66, sementara indeks saham unggulan LQ45 menguat 0,06 persen ke posisi 746,87.

Sentimen utama datang dari dinamika geopolitik. Washington dilaporkan mengajukan proposal damai berisi 15 poin, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan pembongkaran fasilitas nuklir Iran. 

Meski Presiden AS Donald Trump menyebut negosiasi berjalan, Teheran membantah adanya dialog dan menegaskan tidak akan menghentikan konflik tanpa pemenuhan syarat mereka. Iran sendiri menuntut penghentian total perang, pengakuan atas kendali Selat Hormuz, pencabutan sanksi, kompensasi, serta kebebasan program militernya. 

AS dan Iran dilaporkan akan bertemu di Pakistan akhir minggu ini untuk membahas gencatan senjata.

Di saat yang sama, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed memudar. Harga minyak yang tinggi dinilai berpotensi mendorong kebijakan lebih ketat.

Dari dalam negeri, pemerintah meningkatkan kewaspadaan energi dengan mengamankan stok BBM dan mengalihkan impor di luar jalur Hormuz. Kementerian Keuangan  RI juga menambah likuiditas perbankan hingga total Rp300 triliun untuk menahan tekanan pasar.

Pemerintah juga berencana menggunakan bea keluar batu bara dan nikel serta peningkatan produksi batu bara disiapkan guna menopang penerimaan negara.

TerkaitTRT Indonesia - Lonjakan harga minyak picu arus keluar besar dari saham Asia
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi