ASIA
2 menit membaca
Pertamina siagakan dua supertanker untuk jaga pasokan LPG nasional
Pertamina mengatakan kedua kapal tersebut menjadi tulang punggung distribusi LPG nasional, terutama bagi kawasan dengan konsumsi tinggi seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Pertamina siagakan dua supertanker untuk jaga pasokan LPG nasional
Ilustrasi: Sebuah supertanker yang mengangkut pasokan LPG. /Foto: Arsip Reuters

Upaya menjaga pasokan energi rumah tangga terus diperkuat melalui jalur distribusi laut, Pertamina Patra Niaga mengandalkan dua kapal supertanker pengangkut Liquefied Petroleum Gas (LPG) berkapasitas besar, Pertamina Gas 1 (PG1) dan Pertamina Gas 2 (PG2), untuk memastikan ketersediaan energi di berbagai wilayah Indonesia tetap terjaga.

Kedua kapal tersebut menjadi tulang punggung distribusi LPG nasional, terutama bagi kawasan dengan konsumsi tinggi seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Dengan kapasitas angkut besar, armada ini memainkan peran penting dalam menjembatani pasokan dari terminal ke berbagai titik distribusi di seluruh nusantara.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menegaskan bahwa keberadaan PG1 dan PG2 sangat krusial dalam sistem logistik energi Indonesia. 

“PG1 dan PG2 memiliki peran strategis dalam memastikan pasokan LPG dapat terus menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).

PG1 dan PG2 merupakan kapal kembar dengan spesifikasi identik. Masing-masing mampu mengangkut sekitar 80.000 metrik ton LPG dalam satu perjalanan, didukung bobot mati sekitar 50.000 ton serta panjang kapal mencapai 225 meter. 

Kapasitas ini menjadikan keduanya sebagai salah satu armada utama dalam menjaga stabilitas distribusi energi.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut untuk mendistribusikan energi. Dalam konteks ini, PG1 dan PG2 berfungsi sebagai penghubung utama dalam rantai pasok LPG nasional, memastikan distribusi berjalan tanpa gangguan.

Selain kapasitas, aspek keselamatan juga menjadi prioritas utama. Kedua kapal beroperasi sepanjang tahun dengan standar keamanan tinggi, mengingat LPG termasuk muatan berisiko yang memerlukan pengawasan ketat selama proses pengangkutan.

“Di balik distribusi LPG yang digunakan setiap hari, terdapat operasional armada laut yang bekerja menjaga kontinuitas energi nasional,” kata Roberth.

Melalui pengoperasian kedua kapal tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk menjaga distribusi LPG tetap aman, tepat waktu, dan merata, sekaligus memperkuat ketahanan energi bagi jutaan masyarakat di seluruh Indonesia.

TerkaitTRT Indonesia - Dua kapal tanker Pertamina tertahan akibat penutupan kembali Selat Hormuz
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi