Menteri Pertahanan dan Veteran Prancis Catherine Vautrin melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 23–24 September 2026 untuk memperluas kerja sama pertahanan kedua negara.
Kunjungan tersebut menjadi tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Indonesia ke Prancis pada 28 Mei 2026, ketika kedua kepala negara sepakat meningkatkan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif.
Dalam rangkaian kunjungannya, Vautrin bertemu Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta pada Rabu (23/9). Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek hubungan pertahanan, termasuk dialog strategis, pengadaan dan pengembangan alat utama sistem persenjataan, kerja sama industri pertahanan, serta berbagai tantangan keamanan di kawasan.
Kedua negara juga menegaskan pandangan bersama mengenai pentingnya menjaga kawasan Indo-Pasifik yang stabil dan berlandaskan aturan.
Misi PEGASE 2026
Vautrin dijadwalkan mengunjungi Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis, 24 September. Kunjungan itu berlangsung di tengah pelaksanaan Mission PEGASE 2026, ketika Angkatan Udara dan Antariksa Prancis menjalankan kegiatan bersama dengan TNI Angkatan Udara.
Vautrin akan meninjau pesawat Prancis dan Indonesia yang dikerahkan di Indonesia pada 20–25 September 2026. Mission PEGASE merupakan operasi proyeksi kekuatan udara jarak jauh Prancis yang juga bertujuan meningkatkan interoperabilitas serta menunjukkan komitmen operasional Prancis kepada mitra-mitranya di kawasan.
Kerja sama kapal selam
Bersama CEO Naval Group Pierre Eric Pommellet, Vautrin akan mengunjungi galangan kapal PT PAL. Di fasilitas tersebut, dua kapal selam Scorpene Evolved yang dibeli Indonesia pada 2024 tengah menjalani proses pembangunan melalui kemitraan dengan Naval Group.
Program kapal selam tersebut menjadi salah satu proyek utama dalam kolaborasi industri pertahanan Prancis dan Indonesia. Selain memperkuat kemampuan angkatan laut Indonesia, proyek ini juga mendukung pengembangan industri pertahanan dalam negeri melalui produksi lokal dan peningkatan keterampilan.
Pendidikan militer
Rangkaian kunjungan di Surabaya turut mencakup Akademi Angkatan Laut Indonesia. Vautrin akan diterima oleh Gubernur Akademi Angkatan Laut dan berdialog dengan para taruna.
Kerja sama pendidikan dan pertukaran personel tersebut memperluas hubungan pertahanan kedua negara dari aspek operasional dan alutsista hingga pengembangan sumber daya manusia.
Agenda kunjungan juga mencakup pertemuan dengan personel pertahanan Prancis serta taruna AAL sebagai bagian dari pertukaran dan pengembangan kerja sama militer kedua negara.

























