Aktivitas gempa bumi masih terus terjadi di wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, setelah gempa kuat yang mengguncang kawasan Laut Sulawesi pada Senin malam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sedikitnya 15 gempa susulan berkekuatan magnitudo 3,8 hingga 4,9 terjadi di sekitar Kecamatan Tahuna sejak Senin (8/6) pukul 22.00 WIB.
Gempa terbaru yang tercatat terjadi pada Selasa (9/6) berkekuatan magnitudo 4,4. BMKG menyebut gempa itu terjadi pada pukul 09.46 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 5,24 Lintang Utara dan 125,32 Bujur Timur, sekitar 182 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada kedalaman 10 kilometer.
Sebelumnya, rangkaian gempa susulan juga terus tercatat sepanjang malam. Salah satu yang terbaru berkekuatan magnitudo 4,1 dengan pusat gempa berada di koordinat 5,45 Lintang Utara dan 125,40 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer.
Aktivitas seismik tersebut terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang wilayah barat laut Tahuna pada Senin. Sebelumnya, sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa besar yang berpusat di wilayah Filipina dan turut dirasakan di kawasan utara Sulawesi.
Menurut BMKG, seluruh gempa susulan yang terdeteksi sejauh ini tidak berpotensi memicu tsunami. Otoritas tersebut terus memantau perkembangan aktivitas seismik di sekitar Kepulauan Sangihe dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.



















