Elon Musk disebut melakukan perjalanan ke China bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan ini meski masih menjalani proses persidangan, NBC News melaporkan pada Rabu (13/5).
Persidangan ini berkaitan dengan gugatan yang diajukan Musk terhadap perusahaan kecerdasan buatan OpenAI. Sebagai salah satu pendiri startup tersebut, Musk menuduh perusahaan itu telah mengkhianati misi awalnya yang bersifat nirlaba dengan membentuk unit bisnis berorientasi profit.
Musk sebelumnya telah memberikan kesaksian dalam persidangan di negara bagian California, Amerika Serikat, bulan lalu. Dalam salah satu sidang, hakim sempat menanyakan kepada pihak terkait apakah ada alasan untuk menempatkan Musk dalam status “siap dipanggil kembali”.
Setelah mendengar jawaban “ya” dari pihak pembela OpenAI, hakim mengatakan kepada Musk bahwa “Anda tidak dibebaskan, tetapi Anda bisa meninggalkan persidangan untuk hari ini.”
Laporan NBC News menyebutkan bahwa Musk tidak mendapatkan izin dari hakim sebelum meninggalkan negara tersebut dan masih berstatus sebagai saksi yang dapat dipanggil kembali.
Seorang juru bicara pengadilan mengatakan pihaknya tidak mengetahui apakah Musk telah memperoleh izin untuk meninggalkan wilayah tersebut atau apakah perjalanannya dapat menimbulkan masalah bagi persidangan.
Ketidakhadiran Musk dilaporkan dapat menjadi persoalan jika OpenAI, terdakwa bersama Microsoft, atau hakim memintanya kembali bersaksi pada Rabu, yang dijadwalkan menjadi hari terakhir pengumpulan bukti dalam persidangan.
Hingga Rabu siang, Musk belum dipanggil kembali ke ruang sidang. Pidato penutupan dijadwalkan berlangsung pada Kamis.














