Perusahaan Minyak Nasional Libya (NOC) mengatakan sebuah drone jatuh di dekat tangki minyak utama dan jaringan pipa di Zawiya Oil Refining Company, dalam serangan ketiga dalam dua hari.
NOC memperingatkan bahwa pihaknya dapat menetapkan status “darurat maksimum” dan menghentikan seluruh operasi kilang jika serangan terus berlanjut. Hingga kini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab.
Serangan tersebut menyoroti tantangan keamanan yang masih dihadapi Libya. Pemerintahan yang bersaing dan kelompok bersenjata masih memiliki pengaruh meski gencatan senjata pada 2020 mengakhiri pertempuran besar.
Libya tetap terpecah sejak 2014, menyusul pemberontakan yang didukung NATO dan menggulingkan pemimpin lama Muammar Gaddafi pada 2011.
