Dalam pernyataan yang dimuat media resmi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Sepah News, Angkatan Laut Iran mengatakan kendaraan bawah air otonom (AUV) tersebut sedang melakukan aktivitas “spionase” di Selat Hormuz. Drone itu ditangkap dalam “operasi terkoordinasi dan kompleks dengan dominasi intelijen serta perang elektronik”.
Iran mengidentifikasi AUV tersebut sebagai REMUS 600 dan mengatakan drone itu telah diserahkan kepada para ahli untuk mengambil data yang tersimpan di dalamnya.
Sebelumnya bulan ini, IRGC mengumumkan telah menangkap salah satu kapal selam tanpa awak “paling modern dan pintar” milik Angkatan Darat AS di pintu masuk Selat Hormuz. Menurut Sepah News, drone tersebut diidentifikasi sebagai Dive-LD.
Setelah penangkapan itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan drone kapal selam AS tersebut “mengalami kerusakan” lebih dari sehari sebelumnya dan saat itu sedang melakukan pengintaian di area kejadian.
