Israel menyatakan telah menggunakan lebih dari 1.100 ton bahan peledak, yang konon untuk menghancurkan terowongan bawah tanah Hizbullah. Ledakan besar tersebut menimbulkan gelombang kejut dan memicu aktivitas seismik yang tercatat di seluruh wilayah tersebut.
Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan bahwa pasukan Israel akan terus menduduki wilayah tersebut. Aksi penghancuran ini terjadi di tengah laporan mengenai putaran baru pembicaraan bilateral yang dijadwalkan antara Lebanon dan Israel minggu depan. Israel telah menewaskan setidaknya 4.383 orang dan melukai 12.406 orang lainnya di Lebanon sejak 2 Maret, menurut angka terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan.
