Erupsi ini memaksa 615 jiwa (211 keluarga) dari Desa Kuta Tengah dievakuasi ke Posko Pengungsian Desa Sukatepu, Naman Teran. Sebaran abu pekat dilaporkan mengganggu puluhan desa dan rute penerbangan, meski korban jiwa nihil.
Masyarakat diimbau menjauhi radius 3 km dari puncak serta sektor 6 km ke arah selatan-tenggara guna menghindari ancaman awan panas guguran dan banjir lahar dingin.