Di dalam fasilitas tersebut, petugas menyita berbagai barang mewah mulai dari botol wiski, kulkas, televisi layar besar, hingga menemukan kolam renang, pusat kebugaran (gym), area parkir mobil mewah, dan sebuah simulator golf yang sedang dibangun.
Menyusul temuan ini, Kementerian Pemasyarakatan menonaktifkan kepala lapas beserta empat pejabat senior, sementara Inspektorat Jenderal memeriksa 52 narapidana yang diduga terlibat.
