Bayi Palestina meninggal di pos pemeriksaan karena pasukan Israel memblokir jalan menuju rumah sakit
Bayi Palestina meninggal di pos pemeriksaan karena pasukan Israel memblokir jalan menuju rumah sakit
Seorang bayi Palestina berusia empat bulan, Ahmad Maarouf Zaid, meninggal dunia pada 5 Juli setelah pasukan Israel menghalangi keluarganya untuk menuju rumah sakit di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki.

Tentara Israel menahan keluarga tersebut selama lebih dari satu jam di pos pemeriksaan militer meski kondisi bayi sangat kritis. Pada saat yang sama, mereka juga menembakkan gas air mata di sekitar lokasi. Bayi itu akhirnya meninggal sebelum tiba di Rumah Sakit Istishari Arab.

Ghannam mengecam kematian tersebut sebagai "noda bagi hati nurani kemanusiaan", dan menyebut insiden itu sebagai akibat langsung dari kebijakan Israel yang membatasi pergerakan warga Palestina serta menghalangi akses terhadap layanan darurat.

Israel memiliki jaringan pos pemeriksaan yang luas di seluruh Tepi Barat yang diduduki, yang kerap menghambat ambulans dan pasien. Hingga April 2026, PBB mencatat terdapat 925 hambatan pergerakan di wilayah tersebut, yang dinilai sebagai pelanggaran sistematis terhadap hak dasar warga Palestina atas layanan kesehatan dan kebebasan bergerak.

Video Lainnya
Tentara Israel melemparkan granat ke dalam mobil warga Palestina
Bentrokan di penjara Sri Lanka menewaskan 23 orang
Presiden Prabowo terima kunjungan kenegaraan PM India Narendra Modi di Jakarta
TPA Jatiwaringin masih kebakaran, upaya pemadaman masih terus berlanjut
Ribuan warga padati Teheran dalam prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Ben-Gvir dengan semangat mengawasi pembongkaran rumah warga Palestina
Gaza merayakan kemenangan Mesir setelah lolos ke babak 16 besar
Kapal mati mesin di Kepulauan Seribu, 150 penumpang KM Makmur Jaya dievakuasi
Upaya pemadaman di TPA Jatiwaringin masih terus berlanjut, asap terus membumbung
TNI temukan jenazah pilot Amerika yang dibunuh pasukan separatis Papua TPNPB