Perdagangan satwa eksotis meluas, orangutan dan Owa dari Asia Tenggara diburu kolektor India
Dunia
Perdagangan satwa eksotis meluas, orangutan dan Owa dari Asia Tenggara diburu kolektor India
Lima bayi orangutan ditemukan di perkebunan di Odisha, India, pada September 2026. Temuan ini menyoroti perdagangan ilegal primata dari Asia Tenggara ke India yang kian meningkat dan mengancam kelestarian satwa langka.

Para ahli menilai permintaan kolektor kaya terhadap satwa eksotis sebagai simbol status turut mendorong perdagangan tersebut. Orangutan terancam punah akibat kehilangan habitat dan lambat berkembang biak, dengan masa pengasuhan anak yang dapat mencapai delapan hingga sembilan tahun.

Video Lainnya
Ribuan orang menggelar unjuk rasa menentang Netanyahu di Tel Aviv menjelang pemilu
Hujan turun di Palangka Raya, kabut asap menipis dan udara terlihat lebih bersih
Ratusan mahasiswa di Kalimantan Tengah tuntut status bencana nasional akibat karhutla berkepanjangan
Karhutla di kawasan Gunung Ciremai meluas ke Majalengka akibat angin kencang dan lahan kering
Kebakaran hutan Sulawesi ancam lukisan gua purba tertua
Tim gabungan gagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin di Pelabuhan Belawan
Tentara Israel lakukan house tour sebelum meledakkan sebuah rumah di Lebanon
Karhutla di Kalimantan Tengah mendekati permukiman di tengah kekeringan dan krisis air
Presiden Prabowo perintahkan pengusutan tuntas karhutla dan ancam cabut izin perusahaan pelanggar
Demonstrasi mahasiswa di Pontianak ricuh saat protes karhutla dan tuntut transparansi pemerintah