Misi selama tujuh hari (6–12 November) ini mampu menyiram hingga 100.000 liter air per hari guna memadamkan titik panas.
Langkah ini diambil untuk menanggulangi asap beracun akibat karhutla yang telah menghanguskan 1,9 juta hektar lahan, membuat 400.000 warga terserang ISPA, serta merenggangkan hubungan diplomatik kawasan. Aksi solidaritas ini juga melengkapi bantuan dari Jepang yang sebelumnya mengirim 350 personel dan 3 helikopter ke Kalimantan Barat.