Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyatakan bahwa tim pertahanan sipil sedang memadamkan api di fasilitas milik sebuah perusahaan setelah otoritas setempat menyebutnya sebagai serangan Iran.
Siaran Pers Republik Islam Iran (IRIB) awal pekan ini membagikan rekaman yang diklaim menunjukkan serangan terhadap pusat komputasi awan Amazon di Bahrain.
Laporan tentang serangan itu muncul sehari setelah Pasukan Pengawal Revolusi Iran mengancam akan menargetkan perusahaan-perusahaan AS di Timur Tengah, termasuk Tesla, Microsoft, IBM, Boeing, Nvidia, Apple, Google, dan Meta, sebagai balasan atas serangan terhadap Iran.
Pekan lalu, raksasa e-commerce tersebut mengatakan bahwa wilayah layanan Amazon Web Services (AWS) di Bahrain telah "terganggu" akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Ini merupakan kali keempat dalam sebulan operasinya terdampak perang di kawasan tersebut. Pada awal Maret, Amazon melaporkan bahwa dua pusat datanya di Uni Emirat Arab juga "diserang langsung" oleh drone.
Unit komputasi awan Amazon sangat krusial bagi operasional banyak situs web besar dan layanan pemerintahan, serta menjadi penyumbang keuntungan utama perusahaan tersebut.
