Di saat sektor pertanian tanaman pangan harus bersiap menghadapi ancaman kekeringan, proses penguapan air laut di tambak garam justru berjalan optimal tanpa gangguan hujan.
Kondisi cuaca ekstrem ini mendongkrak hasil panen garam kawasan tersebut secara drastis dari yang sebelumnya hanya puluhan ton menjadi hampir 600 ton pada Juli 2026. Melonjaknya tingkat produksi harian ini memberikan angin segar dan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi para buruh serta pemilik tambak garam lokal.
