ASIA
2 menit membaca
Gempa kuat 6,7 magnitudo guncang Palu, pasien rumah sakit dievakuasi
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, kekuatan guncangan memicu langkah antisipasi di berbagai lokasi, terutama pada fasilitas kesehatan.
Gempa kuat 6,7 magnitudo guncang Palu, pasien rumah sakit dievakuasi
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa siang (16/6).

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa siang (16/6), memicu kepanikan warga serta evakuasi darurat di sejumlah fasilitas kesehatan. Hingga laporan awal, belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi sekitar pukul 11.27 waktu setempat dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 40-an kilometer tenggara Kota Palu, pada kedalaman dangkal 10 kilometer. Kedalaman ini diketahui dapat memperkuat intensitas guncangan yang dirasakan di permukaan.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, kekuatan guncangan memicu langkah antisipasi di berbagai lokasi, terutama di rumah sakit.

Di Rumah Sakit Anuntaloko, Parigi Moutong, petugas mengevakuasi pasien dari ruang perawatan ke area terbuka guna menghindari risiko gempa susulan. Hingga siang hari, sejumlah pasien masih bertahan di selasar rumah sakit sambil menunggu situasi dinyatakan aman.

Kondisi serupa juga terjadi di RS Samaritan Palu, di mana pasien, keluarga, dan tenaga medis bergegas keluar gedung sesaat setelah gempa terasa. Beberapa pasien bahkan dipindahkan menggunakan kursi roda dan tempat tidur.

“Kami berlarian keluar karena guncangannya sangat terasa,” ujar Salam, salah satu warga yang berada di rumah sakit tersebut, sebagaimana dikutip Antara.

Seorang warga Parigi, Indriyanti, mengaku masih memilih berada di luar bangunan karena khawatir akan gempa susulan. “Belum berani masuk ke ruangan. Gempa kuat sekali,” katanya.

Guncangan ini kembali mengingatkan warga pada bencana besar 2018 yang melanda Palu dan sekitarnya, ketika gempa disertai tsunami menewaskan lebih dari 4.000 orang. Trauma kolektif tersebut membuat masyarakat bereaksi cepat setiap kali aktivitas seismik terjadi.

Otoritas setempat terus memantau perkembangan situasi, sementara masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

TerkaitTRT Indonesia - Warga Gorontalo tetap waspada usai peringatan tsunami dicabut, BMKG catat 20 gempa susulan
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi