Pemukim ilegal Israel menghancurkan satu-satunya jalur pasokan air yang melayani sebuah desa Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Akibatnya, warga kehilangan akses terhadap air di tengah berlanjutnya perluasan permukiman ilegal Israel, menurut sumber setempat.
Sumber tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pasukan Israel membuldoser lahan milik warga Palestina dan menghancurkan pipa utama sekaligus satu-satunya yang memasok air ke Desa Umm Safa, di barat laut Ramallah, saat membangun jalan baru menuju permukiman di dekat kawasan tersebut.
Serangan itu membuat desa tersebut tidak lagi memiliki akses terhadap air mengalir.
Umm Safa dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan aksi agresi dari pasukan Israel yang berasal dari permukiman dan pos-pos ilegal di sekitarnya, yang semakin membatasi akses warga Palestina ke lahan pertanian mereka.
Wilayah Tepi Barat yang diduduki juga mengalami lonjakan serangan oleh pemukim ilegal dan tentara Israel terhadap lahan pertanian Palestina. Serangan itu mencakup pembakaran, penghancuran menggunakan buldoser, serta pembatasan akses petani ke lahan mereka, terutama di sekitar permukiman dan pos-pos ilegal.
Harian Israel Yedioth Ahronoth melaporkan pada Senin bahwa pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berencana mengalokasikan sekitar 2 juta dolar AS dari anggaran negara untuk mendanai kelompok ekstremis Hilltop Youth.
Kelompok yang anggotanya sebagian besar tinggal di pos-pos permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki itu telah berulang kali melakukan serangan terhadap warga Palestina dan dianggap sebagai inti ideologis dari gerakan ekstremis "Price Tag".
Sejak 8 Oktober 2023, tentara Israel dan para pemukim ilegal telah menewaskan sedikitnya 1.169 warga Palestina, melukai 12.666 lainnya, menangkap sekitar 23.000 orang, serta memaksa 33.000 warga mengungsi.











