BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Optimalkan peluang IEU-CEPA, Indonesia perluas kerja sama dagang dan investasi di Polandia
KBRI Warsawa menyoroti keunggulan demografi Indonesia, dengan mayoritas penduduk usia produktif yang dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja Polandia, termasuk melalui kerja sama pelatihan vokasi dan pertukaran tenaga terampil.
Optimalkan peluang IEU-CEPA, Indonesia perluas kerja sama dagang dan investasi di Polandia
Sejumlah sektor disebut terbuka bagi investor Polandia, mulai dari manufaktur, energi terbarukan, pengolahan pangan, dan teknologi. / KBRI Krakow

Pemerintah Indonesia meningkatkan upaya diplomasi ekonomi di Polandia dengan mempromosikan perdagangan, investasi, dan tenaga kerja melalui dua forum bisnis strategis yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Krakow dan Lodz pekan lalu.

Forum pertama bertajuk Indonesia–Poland Business Forum: Partnering with Indonesia: Investment, Trade & Workforce Forum digelar di Krakow pada Selasa (21/4) bekerja sama dengan Małopolska Agency for Regional Development.

Acara itu menghadirkan Atase Perdagangan KBRI Berlin, Direktur Indonesia Investment Promotion Centre London, serta Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Warsawa sebagai pembicara. Forum tersebut dihadiri pejabat daerah Provinsi Małopolska, pusat kewirausahaan, lembaga pengembangan regional, serta pelaku usaha Polandia.

KBRI Warsawa juga kembali berpartisipasi dalam seminar Doing Business in ASEAN di Lodz, yang digelar bersama pemerintah provinsi setempat dan dihadiri sejumlah institusi strategis Polandia, termasuk Polish Investment and Trade Agency dan National Support Centre for Agriculture.

Kedutaan juga menyoroti keunggulan demografi Indonesia, dengan mayoritas penduduk usia produktif yang dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja Polandia, termasuk melalui kerja sama pelatihan vokasi dan pertukaran tenaga terampil.

TerkaitTRT Indonesia - Polandia siap perkuat kerja sama ekonomi dan investasi dengan Indonesia

Perdagangan bilateral

Indonesia turut mendorong percepatan penyelesaian perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement yang ditargetkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Perjanjian tersebut diproyeksikan menghapus lebih dari 90 persen tarif perdagangan, membuka akses lebih luas bagi produk Indonesia ke pasar Eropa.

Atase Perdagangan Febi Adrian mengatakan Eropa tetap menjadi kawasan penting bagi promosi produk unggulan Indonesia, dengan peluang ekspansi perdagangan bilateral yang masih terbuka lebar. Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi Polandia yang mencapai 3,6 persen pada 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 3,9 persen pada 2026, didukung daya beli domestik yang kuat.

Realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp1.931,2 triliun atau setara $120,7 miliar, naik 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, investasi Polandia di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan nilai kumulatif mencapai $29,1 juta dan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 91,2 persen.

Sejumlah sektor disebut terbuka bagi investor Polandia, mulai dari manufaktur, energi terbarukan, pengolahan pangan, teknologi, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Forum bisnis tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan Trade Expo Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. KBRI Warsawa mencatat tingginya minat dari peserta pemerintah dan sektor swasta, termasuk munculnya permintaan konkret terhadap produk Indonesia seperti mutiara.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan Jerman memperkuat kemitraan sambut CEPA 2026


SUMBER:TRT Indonesia