Pihak berwenang menyatakan bahwa tersangka, yang diidentifikasi bernama Arrabaca, diduga menggunakan alat pembakar dan kembang api untuk menyulut api sebelum akhirnya ditangkap. Dua orang mengalami luka ringan.
Berbicara dalam konferensi pers, Asisten Direktur FBI Kantor Lapangan New York, James Barnacle, menyampaikan bahwa tersangka datang dengan "bersenjata dan berniat buruk", serta membawa dua kapak, sebuah palu, sebuah parang, tiga pisau bermata tetap (fixed-blade), enam alat pembakar atau kembang api, dan barang-barang merusak lainnya.
Satuan Tugas Bersama Penanggulangan Terorisme FBI (Joint Terrorism Task Force) sedang menyelidiki insiden ini sebagai potensi tindakan terorisme.