IKLIM
2 menit membaca
Gempa magnitudo 6,0 guncang Nusa Tenggara Timur, tidak berpotensi tsunami
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa siang dan dirasakan di sejumlah daerah dengan intensitas berbeda.
Gempa magnitudo 6,0 guncang Nusa Tenggara Timur, tidak berpotensi tsunami
BMKG: Hingga pukul 10.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempabumi susulan dengan magnitudo M3,2. / Reuters

Gempa terjadi pada Selasa, 21 April 2026 pukul 10.17.09 WIB di wilayah Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat magnitudo awal gempa M6,0 yang kemudian diperbarui menjadi M5,7.

Episenter gempa berada di laut pada koordinat 9,22° LS dan 124,16° BT, sekitar 54 kilometer barat laut TTU dengan kedalaman 60 kilometer.

BMKG menjelaskan, gempa ini merupakan jenis gempa tektonik dangkal yang dipicu aktivitas zona tumbukan Lempeng Indo-Australia. Dari hasil analisis mekanisme sumber, gempa memiliki pola pergerakan naik atau thrust fault.

Getaran gempa dirasakan cukup luas di wilayah NTT. Di Atambua, intensitas guncangan mencapai III–IV MMI yang berarti getaran dirasakan jelas di dalam rumah oleh banyak orang pada siang hari. Sementara di Maumere, intensitas tercatat III MMI dengan getaran terasa nyata seperti truk yang melintas.

Di wilayah lain seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kefamenanu, Malaka, Soe, Lembata, Larantuka, Alor, dan Ende, getaran dilaporkan berada pada skala II–III MMI, yang menunjukkan guncangan ringan namun masih dapat dirasakan di dalam rumah.

BMKG menegaskan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan. Meski demikian, hingga pukul 10.45 WIB tercatat satu gempa susulan dengan magnitudo M3,2.

Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan besar maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi