China dan negara-negara ASEAN memperkuat komitmen kerja sama di bidang pelestarian warisan budaya melalui Dialog Warisan Budaya China–ASEAN bertajuk Enduring Heritage, Shared Beauty for All yang digelar di Dunhuang, Provinsi Gansu, China, pada Kamis (2/7).
Kegiatan tersebut menghadirkan sekitar 150 peserta dari China, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Filipina, Kamboja, serta sejumlah organisasi internasional. Peserta terdiri atas perwakilan lembaga, akademisi, peneliti, delegasi muda, hingga jurnalis.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Direktur China International Communications Group Yu Yingfu, Wakil Direktur Departemen Publisitas Komite Provinsi Gansu Xue Ning, serta Ketua Southeast Asian Cultural Heritage Alliance Ivan Anthony Henares, yang menyampaikan pidato pembukaan.
Dalam pernyataan bersama, para peserta menilai warisan budaya memiliki peran penting sebagai penghubung antara masa lalu dan masa depan, serta menjadi fondasi untuk memperkuat saling pengertian dan mempererat hubungan persahabatan antara China dan negara-negara ASEAN.
Mereka juga menekankan pentingnya memperluas konsensus mengenai pelestarian warisan budaya, memperkuat kerja sama dalam perlindungan situs dan aset budaya, serta meningkatkan pertukaran antarmasyarakat sebagai bagian dari upaya membangun komunitas China–ASEAN dengan masa depan bersama yang lebih erat.
Pada kesempatan tersebut, para tamu dari China dan berbagai negara juga meluncurkan identitas visual (IP) bertema warisan budaya China–ASEAN dan meresmikan Program Peningkatan Kapasitas Inkubasi IP Warisan Budaya yang bertujuan mendorong kolaborasi dan inovasi di bidang budaya.
Dialog ini diselenggarakan oleh China International Publishing Center bersama Kantor Informasi Pemerintah Provinsi Gansu, serta didukung oleh Departemen Publisitas Komite CPC Kota Dunhuang dan Gansu International Communication Center sebagai penyelenggara bersama.





















