DUNIA
3 menit membaca
Korban gempa Venezuela hampir 2.300 orang, krisis pangan kian memburuk
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez menetapkan tujuh hari berkabung nasional seraya menyatakan "jiwa negara ini terkoyak oleh besarnya kehilangan nyawa."
Korban gempa Venezuela hampir 2.300 orang, krisis pangan kian memburuk
Gempa tersebut diperkirakan merusak atau menghancurkan 58.870 bangunan, menurut penilaian awal data satelit yang dipublikasikan oleh NASA. / Reuters

Harapan untuk menemukan korban selamat semakin menipis sepekan setelah dua gempa dahsyat mengguncang Venezuela dan menewaskan hampir 2.300 orang. Sementara itu, banyak penyintas mulai menghadapi krisis pangan akibat terbatasnya pasokan makanan.

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan pada Rabu bahwa jumlah korban tewas meningkat menjadi 2.295 orang, sementara lebih dari 11.000 lainnya mengalami luka-luka.

Ia menambahkan hampir 13.000 orang kehilangan tempat tinggal. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 50.000 orang masih dinyatakan hilang.

Di tengah terus bertambahnya korban jiwa, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari. Ia mengatakan "jiwa negara ini terkoyak oleh besarnya kehilangan nyawa."

Puluhan ribu orang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Sebagian besar bangunan yang runtuh di La Guaira, kota yang paling parah terdampak di utara Caracas, telah diberi tanda huruf "D" yang berarti deceased (meninggal). Tanda tersebut menunjukkan bangunan telah diperiksa dan tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan.

Meski demikian, masih ada kisah penyelamatan yang disebut sebagai keajaiban. Seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun ditemukan selamat pada Selasa, enam hari setelah gempa terkuat yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad. Namun, para ahli menilai peluang korban yang masih terjebak untuk bertahan hidup lebih dari 72 jam setelah gempa sangat kecil.

Situasi sangat kritis

Tim penyelamat internasional dari berbagai negara telah tiba untuk membantu mencari korban yang masih tertimbun reruntuhan. Di sisi lain, warga setempat meluapkan kemarahan karena menilai pemerintah lamban merespons bencana tersebut.

Dengan kehidupan sehari-hari yang porak-poranda, perhatian kini beralih pada upaya bertahan hidup. Banyak warga kehilangan tempat tinggal, sementara pasokan makanan dan air bersih semakin sulit diperoleh.

"Mereka membagikan bantuan di sini, tetapi terkadang orang-orang hampir saling membunuh demi mendapatkan makanan. Rasanya seperti sabung ayam," kata Daniela Armas (18), seorang pedagang di La Guaira, setelah mengantre bantuan di tempat penampungan darurat.

Aksi pencurian dan penjarahan juga dilaporkan terjadi di berbagai lokasi. Kementerian Kehakiman Venezuela menyebut empat anggota kepolisian ditangkap pada Rabu setelah kedapatan warga mencuri barang-barang berharga dari reruntuhan bangunan.

"Situasinya sangat kritis," ujar Lia Poggio, Kepala Misi Venezuela untuk International Organization for Migration (IOM).

World Food Programme (WFP) pada Selasa mengajukan permohonan dana sebesar US$50 juta untuk menyediakan bantuan pangan bagi 500.000 warga Venezuela selama tiga bulan.

Ancaman wabah penyakit

Kekhawatiran akan merebaknya wabah penyakit juga semakin meningkat. Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Christian Lindmeier, mengatakan layanan kesehatan di Venezuela saat ini berada di bawah "tekanan yang sangat besar."

Ia memperingatkan adanya peningkatan risiko wabah penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi, seperti campak dan difteri, karena rendahnya cakupan imunisasi sebelum gempa terjadi.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) juga menyatakan membutuhkan dana sebesar US$14,9 juta untuk memperluas bantuan kemanusiaan dan menyediakan tempat penampungan sementara bagi 30.000 orang selama enam bulan.

Berdasarkan penilaian awal menggunakan data satelit yang dipublikasikan NASA, gempa tersebut diperkirakan merusak atau menghancurkan sekitar 58.870 bangunan.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Kerja sama ekonomi Indonesia–Belarus berpotensi hingga $500 juta, terutama pangan dan energi
Indonesia resmi terapkan B50, ESDM sebut semua sektor siap di tengah tantangan pasar
Presiden Belarus Alexander Lukashenko tiba di Jakarta
Prabowo sambut Lukashenko di Jakarta, Indonesia dan Belarus siap perkuat kerja sama
Belgia bangkit dramatis kalahkan Senegal 3-2, lolos ke 16 besar Piala Dunia
Mengapa stok uranium Iran tetap menjadi titik kritis dalam pembicaraan dengan AS
Qatar dan AS mendorong diplomasi terkait Iran dan Lebanon dalam pembicaraan di Doha
Piala Dunia FIFA 2026: Maroko mengalahkan Belanda, sementara Paraguay mengeliminasi Jerman
Indonesia–Belarus siapkan peta jalan kerja sama 2026–2030 jelang kunjungan Lukashenko
Langkah Türkiye di Piala Dunia terhenti lebih cepat: Bukan semata karena kurang beruntung
NASA janji kirim bola sepak ke Bulan jika AS juarai Piala Dunia
Mbappe bersinar, Prancis singkirkan Swedia dan melaju ke 16 besar Piala Dunia
Penerbangan pesawat kecil dibatasi di China setelah kecelakaan fatal di Beijing
Trump sebut pertemuan dengan Iran akan diadakan di Qatar, Iran bantah adanya pembicaraan langsung
Maroko kalahkan Belanda melalui adu penalti untuk mencapai babak 16 besar Piala Dunia
TNI AL tingkatkan kemampuan tempur dalam latihan multinasional RIMPAC 2026 di Hawaii
Peringati 76 tahun hubungan diplomatik, Indonesia dan Rusia perkuat kemitraan strategis
AS dan Indonesia perkuat kerja sama pengelolaan kualitas air di sektor pertambangan
Iran menolak tawaran Prancis untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz
Gabriel Martinelli cetak gol di menit akhir mengantarkan Brasil lolos ke babak 16 besar Piala Dunia