BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Empat perusahaan investasi BUMN resmi dilebur di bawah Mandiri Manajemen Investasi
Danantara mengonsolidasikan empat perusahaan manajer investasi pelat merah menjadi satu entitas besar guna meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan nilai tambah aset negara.
Empat perusahaan investasi BUMN resmi dilebur di bawah Mandiri Manajemen Investasi
Danantara menggabungkan empat perusahaan asset management BUMN menjadi satu entitas di bawah Mandiri Manajemen Investasi.

Badan Pengelola (BP) BUMN dan Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi melakukan langkah besar dalam transformasi pengelolaan aset negara. Empat perusahaan asset management (manajer investasi) milik BUMN kini dilebur menjadi satu entitas tunggal di bawah payung PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) yang bertindak sebagai entitas yang bertahan (surviving entity).

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa penyederhanaan (streamlining) ini bukan sekadar pemangkasan jumlah perusahaan. Langkah ini diambil untuk memastikan aset-aset negara dikelola dengan jauh lebih produktif.

"Yang paling penting adalah bagaimana aset-aset BUMN yang sudah ditata bisa dikelola lebih optimal, lebih produktif, dan benar-benar menciptakan nilai tambah buat negara," ujar Dony dalam keterangan resminya yang dikutip dari ANTARA, Rabu (8/7/2026).

Adapun empat perusahaan manajer investasi pelat merah yang terlibat dalam penggabungan besar ini adalah:

  • PT PNM Investment Management

  • PT BNI Asset Management

  • PT BRI Manajemen Investasi

  • PT Mandiri Manajemen Investasi (surviving entity)

Rencana strategis raksasa investasi baru

Keputusan merger ini disepakati dalam rapat petinggi Danantara yang digelar pada Selasa (7/7/2026). Pertemuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, serta Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir.

Melalui integrasi ini, Danantara dipastikan bakal melahirkan perusahaan asset management terbesar di Indonesia. Entitas baru ini dirancang untuk menyatukan portofolio aset yang tersebar, memperkuat tata kelola (governance), serta menaikkan efisiensi operasional secara signifikan.

Bagi lanskap ekonomi lokal, kehadiran raksasa investasi baru ini diharapkan mampu memperbesar daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global maupun domestik. Langkah konsolidasi ini juga menjadi bagian dari target besar BP BUMN dan Danantara yang sedang memacu efisiensi di berbagai lini sektor pelat merah, termasuk target penyelesaian konsolidasi sektor asuransi BUMN yang dibidik rampung pada tahun 2026 ini.

Dengan terbentuknya sistem pengelolaan yang lebih profesional dan terintegrasi, produktivitas aset BUMN diharapkan meningkat tajam. Hal ini krusial mengingat kontribusi tahunan BUMN terhadap kas negara saat ini telah menembus angka Rp700 triliun, yang nantinya akan diproyeksikan langsung untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

SUMBER:TRT Indonesia