BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Rupiah tertekan ke Rp17.995 per dolar AS di tengah sorotan Fitch terhadap ekonomi Indonesia
Fitch juga mengingatkan bahwa tekanan yang berlangsung dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan beban utang pemerintah serta biaya pendanaan negara. Kondisi tersebut dinilai dapat memperbesar risiko penurunan peringkat kredit Indonesia.
Rupiah tertekan ke Rp17.995 per dolar AS di tengah sorotan Fitch terhadap ekonomi Indonesia
Fitch mengingatkan tekanan yang berlangsung dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan beban utang pemerintah dan biaya pendanaan negara. / Reuters

Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Senin (6/7) setelah pelaku pasar merespons laporan terbaru lembaga pemeringkat Fitch Ratings yang menyoroti sejumlah tantangan dalam perekonomian Indonesia.

Data pasar menunjukkan mata uang Indonesia turun 32 poin atau sekitar 0,18 persen menjadi Rp17.995 per dolar Amerika Serikat, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.963 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga bergerak lebih rendah ke level Rp17.999 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.960 per dolar AS.

Fitch juga mengingatkan bahwa tekanan yang berlangsung dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan beban utang pemerintah serta biaya pendanaan negara. Kondisi tersebut dinilai dapat memperbesar risiko penurunan peringkat kredit Indonesia, yang hingga Maret 2026 masih berada pada level BBB, meski prospeknya telah direvisi menjadi negatif.

Selain laporan lembaga pemeringkat internasional tersebut, pasar juga mencermati data perdagangan Indonesia yang menunjukkan defisit sebesar $1,61 miliar pada Mei 2026. Angka itu sekaligus mengakhiri periode surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut.

Dari faktor eksternal, ketidakpastian global turut membebani sentimen investor. Eskalasi konflik Rusia-Ukraina menjelang pertemuan puncak NATO di Türkiye meningkatkan kekhawatiran pasar, sementara belum adanya kepastian terkait pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai Selat Hormuz turut memengaruhi pergerakan harga energi dunia.

Kombinasi tekanan domestik dan risiko geopolitik global tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan rupiah pada awal pekan.

TerkaitTRT Indonesia - Rupiah kembali melemah Kamis pagi, dibayangi tekanan The Fed dan sentimen BI


SUMBER:TRT Indonesia