Presiden Indonesia Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis (3/9), untuk membahas penguatan hubungan bilateral serta peluang kerja sama melalui Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.
Prabowo mengapresiasi sambutan hangat yang diterimanya selama kunjungan tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Nasional Federasi Rusia pada 12 Juni 2026 dan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026. Prabowo sebelumnya tidak dapat menghadiri kedua agenda tersebut karena persoalan dalam negeri.
Indonesia dan Rusia telah menjalin hubungan selama lebih dari lima dekade. Prabowo mengatakan Rusia merupakan mitra penting bagi Indonesia, sementara hubungan kedua negara kini telah berkembang menjadi Kemitraan Strategis.
“Sekali lagi terima kasih, Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam lebih dari lima dasawarsa. Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting,” ujar Prabowo.
“Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi Kemitraan Strategis tahun lalu. Dan, sekali lagi kami merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Timur ke-11,” lanjutnya.
Prabowo juga mendorong penguatan kerja sama maritim karena kedua negara sama-sama berada di kawasan Asia-Pasifik. Menurutnya, konektivitas maritim penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan kita. Kita berdua adalah negara Pasifik dan bagi kami sebagai negara kepulauan konektivitas dan kerja sama maritim sangat penting,” katanya.
Ia turut menekankan perlunya memperluas kolaborasi di bidang ekonomi dan perdagangan serta berbagai sektor lainnya.
Dorong kesepakatan baru
Prabowo tiba di Vladivostok pada Rabu (2/9) untuk menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama. Forum yang berlangsung pada 1–4 September itu bertujuan mendorong investasi dan pengembangan kawasan Timur Jauh Rusia.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov sebelumnya berharap pertemuan Prabowo dan Putin menghasilkan kesepakatan baru untuk memperkuat hubungan kedua negara. Pertemuan tersebut menjadi yang kelima bagi kedua pemimpin dalam dua tahun terakhir.
Delegasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) juga dijadwalkan hadir untuk membuka peluang pertemuan bisnis dan pembahasan B2B. Sementara itu, delegasi dari Aceh akan mengikuti sesi mengenai pembangunan kawasan Asia-Pasifik.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan Prabowo diarahkan untuk memperkuat kerja sama yang lebih konkret di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan energi.
Dalam pertemuan di Vladivostok, Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.






















