Pemerintah Thailand mengonfirmasi bahwa tiga awak kapal yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah insiden serangan terhadap kapal berbendera Thailand di Selat Hormuz pada Maret lalu, kini dinyatakan meninggal dunia.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, dalam konferensi pers pada Rabu (8/4).
Insiden terjadi pada 11 Maret ketika kapal kargo Mayuree Naree diserang saat melintas di perairan dekat Oman, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Serangan tersebut memicu ledakan di bagian buritan kapal serta kebakaran di ruang mesin, memaksa para awak menyelamatkan diri. Sebanyak 20 kru dilaporkan melompat ke laut dan kemudian berhasil diselamatkan oleh angkatan laut Oman.
Seluruh kru yang selamat telah dipulangkan ke Thailand pada pertengahan Maret. Namun, tiga awak lainnya sempat dinyatakan hilang hingga akhirnya otoritas menerima laporan terbaru yang mengonfirmasi kematian mereka.
Kementerian Luar Negeri Thailand juga sebelumnya menyebutkan bahwa sisa-sisa jasad manusia ditemukan di kapal dalam operasi pencarian lanjutan.
Langkah diplomatis: Menlu bertolak ke Oman
Di tengah situasi tersebut, Thailand masih menghadapi tantangan dalam memastikan keselamatan armada kapalnya di jalur pelayaran strategis tersebut.
Hingga kini, satu kapal Thailand dilaporkan telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat dan kembali ke negaranya, sementara sembilan kapal lainnya masih menunggu izin untuk melanjutkan perjalanan, termasuk satu kapal yang membawa muatan pupuk penting.
Sihasak dijadwalkan melakukan kunjungan ke Oman pada 15–16 April untuk meminta dukungan dalam menjalin koordinasi dengan Iran, guna membuka akses aman bagi kapal-kapal Thailand yang masih tertahan, khususnya selama periode gencatan senjata yang tengah berlangsung.
Kemarin, Pemerintah Thailand menyambut baik kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran.
Bangkok juga mendesak semua pihak terkait untuk memanfaatkan momentum tersebut sebagai jalan menuju negosiasi yang lebih luas demi mencapai stabilitas jangka panjang di kawasan.
















