PERANG GAZA
2 menit membaca
Hampir 1,7 juta warga Palestina yang mengungsi hidup dalam kondisi memprihatinkan di Gaza: PBB
PBB menyebut sebagian besar penduduk Gaza hidup dalam kondisi yang sangat buruk akibat kekurangan air bersih, tempat tinggal, dan layanan dasar.
Hampir 1,7 juta warga Palestina yang mengungsi hidup dalam kondisi memprihatinkan di Gaza: PBB
Warga Palestina berlindung dalam tenda di tengah puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Israel, di Kota Gaza, pada 23 Juni 2026. / Reuters

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa hampir 1,7 juta warga Palestina yang mengungsi, atau sekitar 80 persen populasi Gaza, hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan di hampir 1.600 lokasi pengungsian. Mereka menghadapi kekurangan akut air bersih, tempat tinggal, serta layanan dasar.

Mengutip Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan dalam konferensi pers pada Selasa bahwa "penembakan artileri, tembakan senjata, pemboman, dan serangan udara terus membahayakan warga sipil di seluruh Jalur Gaza."

Ia juga menyebut UNICEF mengumumkan melalui media sosial bahwa seorang remaja perempuan berusia 17 tahun yang merupakan salah satu Youth Champion organisasi tersebut tewas saat dalam perjalanan untuk mengikuti ujian sekolah menengah atas.

"Kami kembali menegaskan bahwa warga sipil, termasuk anak-anak, harus selalu dilindungi," kata Dujarric.

Ia mengatakan penilaian terbaru terhadap lokasi-lokasi pengungsian menemukan sedikitnya 59.000 unit tempat penampungan dihuni oleh lebih dari delapan orang, sementara sekitar 38.500 orang lainnya terpaksa tidur di ruang terbuka.

"Sekitar 600.000 orang di lokasi yang dinilai tidak memiliki akses yang memadai terhadap air minum," ujarnya, seraya menambahkan bahwa "setengah dari lokasi tersebut tidak memiliki sistem drainase yang terlihat, dan hampir separuh lainnya melaporkan adanya risiko kebakaran di sekitar tempat penampungan."

Dujarric melaporkan infestasi tikus ditemukan di 80 persen lokasi pengungsian, sementara limbah terbuka dan tumpukan sampah ditemukan di lebih dari separuh lokasi.

"Di hampir 250 lokasi yang menampung sekitar 250.000 orang, dilaporkan terjadi insiden yang melibatkan bahan peledak yang belum meledak," katanya.

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.027 orang dan melukai 3.280 lainnya, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Gencatan senjata tersebut tercapai setelah dua tahun perang yang disebut sebagai genosida, yang dilancarkan Israel sejak Oktober 2023.

Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza. PBB memperkirakan biaya rekonstruksi wilayah tersebut mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.

SUMBER:TRT World & Agencies