DUNIA
2 menit membaca
Indonesia tambah dua emas dari panjat tebing dan panahan di Asian Games
Indonesia kini berada di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan total 34 medali, terdiri dari lima emas, delapan perak, dan 21 perunggu. Perolehan ini menempatkan Indonesia di bawah sejumlah negara Asia lainnya dalam klasemen Aichi-Nagoya 2026.
Indonesia tambah dua emas dari panjat tebing dan panahan di Asian Games
Desak Made Rita Kusuma Dewi memenangkan nomor speed putri panjat tebing di Nagoya, Jepang, Rabu (30/9). / Reuters

Indonesia menambah perolehan medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah Desak Made Rita Kusuma Dewi memenangkan nomor speed putri panjat tebing di Nagoya, Jepang, Rabu (30/9). Desak Made mencatat waktu 6,062 detik pada babak final untuk mengamankan posisi teratas.

Atlet China Li Juan Deng harus puas dengan medali perak setelah finis hanya 0,002 detik di belakang Desak Made dengan catatan 6,064 detik. Sementara itu, wakil Korea Selatan Jeong Jimin meraih perunggu setelah membukukan waktu 6,18 detik.

Langkah Desak Made menuju podium dimulai pada perempat final. Bertanding di heat keempat bersama Tamara Ulzhabayena dari Kazakhstan, Hanareum Sung dari Korea Selatan dan Jeanette Frances Koh dari Singapura, ia menjadi yang tercepat dengan waktu 6,39 detik dan melaju ke semifinal.

Desak Made kembali menunjukkan catatan terbaik di semifinal dengan waktu 6,36 detik. Hasil tersebut membawanya ke final dan membuka peluang Indonesia meraih emas dari nomor speed putri.

Pada babak penentuan, Desak Made akhirnya mengamankan emas dengan waktu 6,062 detik. Sebelumnya, pada kualifikasi Selasa (29/9), ia menempati posisi ketiga dengan waktu terbaik 6,29 detik dari empat kali pemanjatan di empat rute.

Emas dari cabang panahan

Sehari setelah kemenangan Desak Made, Indonesia kembali menambah emas melalui cabang panahan. Nurisa Dian Ashrifah menjadi juara nomor compound women's individual setelah mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137 di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose, Aichi, Kamis (1/10).

Kemenangan tersebut menjadi catatan bersejarah bagi Indonesia karena untuk pertama kalinya atlet Indonesia meraih medali emas dari cabang panahan di Asian Games. Dalam pertandingan final, Nurisa tampil tenang dan menjaga akurasinya hingga mampu menempatkan anak panah pada poin 10 di gim penentu.

Sebelumnya, prestasi tertinggi Indonesia di cabang panahan Asian Games adalah medali perak. Tatang Budiman, Donald Pandiangan dan Suradi Rukimin meraih perak nomor team recurve putra pada Asian Games 1982, sementara Danahuri Dahliana, Rusena Gelanteh dan Purnama Pandiangan meraih perak nomor team recurve putri pada 1994. Diananda Choirunisa kemudian meraih perak nomor individual recurve putri pada Asian Games 2018.

Tambahan emas dari Desak Made dan Nurisa membuat Indonesia mengoleksi lima medali emas di Aichi-Nagoya 2026, bersama tujuh perak dan 20 perunggu.

Empat emas lainnya diraih tim bulu tangkis putra, pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan lifter Rahmat Erwin Abdullah di kelas 75 kilogram putra, sementara peluang tambahan medali masih terbuka dari final esports MLBB melawan Myanmar serta panjat tebing speed putra yang diikuti Veddriq Leonardo dan Aditya Sri Syahrial.

TerkaitTRT Indonesia - Ganda putra bulu tangkis raih emas ketiga, Indonesia peringkat 15 klasemen sementara Asian Games
SUMBER:TRT Indonesia