Dinamika papan atas olahraga panjat tebing dunia resmi bergeser. Atlet andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, sukses mengukuhkan posisinya sebagai pemanjat tebing putri nomor satu di dunia untuk disiplin Speed Putri berdasarkan pembaruan peringkat internasional pekan ini.
Pencapaian bersejarah ini diraih setelah atlet kelahiran Buleleng, Bali, tersebut tampil memukau dalam ajang World Climbing Series di Krakow, Polandia. Dalam kompetisi yang berlangsung sengit itu, Desak Rita sukses membawa pulang medali emas di nomor individu Speed Putri serta medali perunggu di nomor Speed Estafet Putri.
Kemenangan besar di Eropa ini mendongkrak perolehan poin Desak Rita di klasemen dunia menjadi 3.670 poin. Angka tersebut sekaligus menyalip andalan tuan rumah, Aleksandra Miroslaw, yang harus puas turun ke peringkat kedua dengan selisih tipis 60 poin.
Keberhasilan ini kian menegaskan dominasi Asia di panggung panjat tebing global. Desak Rita kini berdiri tegak sebagai satu-satunya atlet asal Asia Tenggara yang mampu menembus jajaran 10 besar dunia, bersanding dengan nama-nama besar asal China, Korea Selatan, Amerika Serikat, hingga Spanyol.
Perjalanan atlet kelahiran 24 Januari 2001 ini menuju puncak dunia bukanlah instan. Menekuni olahraga ekstrem ini sejak usia sekolah dasar di bawah bimbingan sang bibi, bakat Desak Rita mulai terendus di level nasional saat ia menyapu bersih medali emas pada Kejurnas 2018 di Riau, disusul performa gemilang pada PON Papua yang membawanya masuk ke pemusatan latihan nasional (pelatnas).
Di kancah internasional, Desak Rita terus mempertajam catatan waktunya hingga mampu memecahkan rekor Asia di nomor individu dengan torehan waktu fantastis 6,07 detik. Melalui konsistensi performa di berbagai seri kejuaraan dunia, langkah besar ini diharapkan mampu menginspirasi generasi baru atlet Indonesia untuk terus berbicara banyak di pentas olahraga global.





















