Warga tetap beraktivitas dengan mengenakan masker, sementara relawan membagikan masker kepada pengguna jalan. Abu yang menumpuk juga dibersihkan dari kendaraan dan area usaha.
Andre Bayu Saputra, pekerja berusia 25 tahun, mengatakan abu terasa sangat perih di mata dan memicu batuk, serta khawatir berdampak buruk pada kesehatan paru-paru.
Erupsi Anak Krakatau juga menyebabkan delapan bandara menghentikan sementara operasional, termasuk Bandara Radin Inten II, dengan lebih dari 170 ribu penumpang terdampak.
Meski warga khawatir akan potensi bencana susulan, Badan Geologi memastikan erupsi terbaru saat ini tidak berpotensi memicu tsunami.
