Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas gugurnya personel pasukan penjaga perdamaian dalam misi UNIFIL di Lebanon, seraya mengecam keras serangan terhadap fasilitas dan personel misi PBB tersebut.
Pernyataan itu disampaikan oleh Duta Besar Türkiye untuk PBB Ahmet Yildiz dalam forum terbuka Dewan Keamanan PBB yang membahas situasi Timur Tengah.
Türkiye yang saat ini memegang keketuaan OKI hingga musim panas 2026, mewakili OKI Yildiz menegaskan bahwa kelompok negara Muslim itu “mengutuk keras serangan terhadap personel dan fasilitas UNIFIL” dan menyampaikan simpati kepada Indonesia serta Prancis atas kehilangan pasukan penjaga perdamaian.
Dalam forum yang sama, OKI juga menyoroti perkembangan konflik yang lebih luas di kawasan. Yildiz menyebut pihaknya menyambut gencatan senjata di Gaza serta rencana dimulainya fase kedua sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi di wilayah Palestina yang diduduki masih memprihatinkan.
“Situasi di Gaza dan wilayah Palestina lainnya tetap mengerikan, dan rakyat Palestina terus menghadapi penderitaan yang tak terkatakan di bawah pendudukan ilegal Israel,” ujarnya.
OKI menegaskan perdamaian hanya dapat tercapai jika Israel menarik diri dari seluruh wilayah Arab yang diduduki dan mematuhi resolusi PBB, sembari mengecam operasi militernya di Suriah yang dinilai melanggar hukum internasional.
Yildiz juga memperingatkan risiko eskalasi di kawasan, termasuk terkait Iran, yang dapat berdampak pada stabilitas global. Ia menekankan pentingnya mengedepankan diplomasi dan menyerukan komunitas internasional untuk “bertindak tegas.”
















