BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Pertamina kembali naikkan harga BBM nonsubsidi, Pertamax Turbo tembus Rp19.900 per liter
Pertamina kembali menyesuaikan harga BBM nonsubsidi per 4 Mei 2026, dengan kenaikan pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Pertamina kembali naikkan harga BBM nonsubsidi, Pertamax Turbo tembus Rp19.900 per liter
Para pekerja mengisi BBM di SPBU milik Pertamina di Jakarta, 10 Maret 2026. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Senin (4/5). Penyesuaian ini berlaku untuk tiga produk utama, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Berdasarkan laman mypertamina.id, harga Pertamax Turbo di wilayah Jakarta kini menjadi Rp19.900 per liter, naik Rp500 dari sebelumnya Rp19.400 per liter pada penyesuaian 18 April 2026.

Dexlite turut mengalami kenaikan menjadi Rp26.000 per liter, atau naik Rp2.400 dari harga sebelumnya Rp23.600 per liter. Sementara Pertamina Dex naik lebih tinggi menjadi Rp27.900 per liter, meningkat Rp4.000 dari sebelumnya Rp23.900 per liter.

Meski demikian, Pertamina memastikan sejumlah jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax (RON 92) tetap di Rp12.300 per liter, Pertamax Green 95 di Rp12.900 per liter, sementara BBM subsidi seperti Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Penyesuaian harga ini juga dilaporkan terjadi secara serentak di berbagai daerah Indonesia, mengikuti formula harga yang mempertimbangkan pergerakan minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Beberapa laporan media menyebutkan, faktor ketegangan geopolitik global serta gangguan pasokan energi turut memengaruhi dinamika harga minyak internasional yang berdampak pada harga BBM dalam negeri.

Sebelumnya, pada pertengahan April 2026, Pertamina juga telah melakukan penyesuaian harga dengan kenaikan yang lebih tinggi pada sejumlah produk diesel nonsubsidi, sebelum kembali menyesuaikan tarif pada awal Mei ini.

TerkaitTRT Indonesia - Pemerintah RI pastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026 di tengah gejolak Timteng
SUMBER:TRT Indonesia