Seluruh fraksi di Komisi I DPR RI memberikan lampu hijau terhadap dua rancangan undang-undang (RUU) yang berkaitan dengan ratifikasi kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Türkiye dan Malaysia, menurut laporan Antara News.
Persetujuan ini diambil dalam rapat kerja bersama pemerintah yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu (1/7).
Keputusan di tingkat komisi tersebut menandai langkah penting dalam memperkuat payung hukum bagi implementasi kerja sama pertahanan Indonesia dengan kedua negara mitra. Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menyatakan bahwa dukungan politik dari parlemen diharapkan dapat mempercepat realisasi berbagai program yang telah disepakati sebelumnya.
“Pengesahan sudah berjalan lancar, mudah-mudahan dengan pengesahan ratifikasi ini programnya bisa berjalan lebih mulus berbasis kekuatan undang-undang,” ujar Utut.

Dua regulasi yang disetujui mencakup pengesahan perjanjian kerja sama pertahanan antara pemerintah Indonesia dan Türkiye, serta nota kesepahaman kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Malaysia. Kedua kesepakatan tersebut sebelumnya telah ditandatangani masing-masing pada Agustus 2022 untuk Malaysia dan Desember 2022 untuk Türkiye.
Sebelum mencapai tahap persetujuan ini, Komisi I DPR terlebih dahulu menghimpun pandangan publik melalui rapat dengar pendapat umum pada 17 Juni 2026. Sejumlah akademisi, pakar, dan lembaga pemikir dilibatkan untuk memberikan masukan terhadap substansi kedua RUU tersebut.
Langkah berikutnya, hasil persetujuan tingkat komisi ini akan diajukan ke rapat paripurna DPR guna memperoleh pengesahan tingkat II sebagai tahapan final dalam proses legislasi.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menegaskan bahwa kerja sama pertahanan dengan Türkiye dan Malaysia dirancang atas dasar prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, serta penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara.
Ia juga menambahkan bahwa kedua perjanjian tersebut hingga kini belum dapat diberlakukan secara resmi karena masih menunggu penyelesaian prosedur hukum domestik di masing-masing negara.





















