Harga minyak jatuh dan saham naik pada Rabu setelah laporan bahwa Washington mengirim rencana perdamaian ke Iran, sementara Teheran mengumumkan akan membiarkan kapal-kapal minyak "tidak bermusuhan" melintasi Selat Hormuz yang krusial.
Patokan internasional Brent sedikit turun ke sekitar $69.57 per barel, sementara US West Texas Intermediate bergerak di dekat $66.29, saat para pedagang menilai kembali prospek permintaan.
Komentar dari Donald Trump awal pekan ini sempat mengangkat sentimen, dengan presiden AS itu meremehkan kekhawatiran resesi dan menggambarkan ekonomi berada dalam "periode transisi" yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan.
Tetapi penguatan tersebut segera tertutup oleh kekhawatiran baru bahwa tarif AS terhadap mitra dagang utama dapat memperlambat aktivitas ekonomi global — dan pada gilirannya melemahkan permintaan minyak.
Perubahan prospek Fed
Ekspektasi pasar terhadap Federal Reserve juga bergeser, menambah tekanan ke bawah.
Harapan sebelumnya untuk pemotongan suku bunga telah mendukung harga, tetapi analis sekarang mengatakan Federal Reserve mungkin menahan atau bahkan mengetatkan kebijakan untuk melawan inflasi, yang akan memperkuat dolar dan membuat minyak kurang menarik bagi investor.
Kekhawatiran pasokan mereda
Pada saat yang sama, kekhawatiran sisi pasokan telah mendingin. Ketakutan bahwa serangan drone Ukraina dapat mengganggu produksi minyak Rusia mereda setelah adanya jaminan dari pejabat, mengurangi premi risiko yang sebelumnya mendukung harga.
Perpaduan antara prospek permintaan yang melunak, ketidakpastian kebijakan, dan pasokan yang stabil membuat pasar minyak mencari arah — dengan kehati-hatian kini menggantikan optimisme sebelumnya.








