DUNIA
2 menit membaca
Indonesia terima 450 ribu barel minyak mentah, kali ini pasokan datang dari Aljazair
Pertamina Patra Niaga menilai penguatan stok domestik menjadi krusial guna memastikan operasional kilang tetap berjalan dan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.
Indonesia terima 450 ribu barel minyak mentah, kali ini pasokan datang dari Aljazair
Foto Ilustrasi: Pemandangan kapal tanker minyak dari udara./Reuters

Indonesia kembali memperkuat cadangan energinya dengan kedatangan kapal tanker MT Gamkonora yang mengangkut sekitar 450.000 barel minyak mentah. Kapal tersebut berlayar dari pelabuhan Arzew, Aljazair, sejak 14 Mei 2026 dan dijadwalkan segera merapat di Cilacap, Jawa Tengah, sebagai bagian dari rantai pasok energi nasional.

Kedatangan muatan minyak dalam jumlah besar ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika pasar global yang terus berubah. Pertamina Patra Niaga menilai penguatan stok domestik menjadi krusial guna memastikan operasional kilang tetap berjalan dan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menegaskan bahwa pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi menjadi kunci dalam menjaga ketahanan energi. 

“Kedatangan MT Gamkonora menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan stok energi dalam negeri,” ujarnya pada Senin (22/6), dikutip oleh RRI.

TerkaitTRT Indonesia - Pemerintah Indonesia beralih ke minyak Afrika di tengah ketegangan Selat Hormuz

Seiring dengan mendekatnya kapal ke perairan Indonesia, berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk koordinasi intensif dengan pengelola terminal, otoritas pelabuhan, serta instansi terkait. Langkah ini juga mencakup kesiapan proses bongkar muat hingga distribusi lanjutan ke kilang, agar minyak mentah dapat segera diolah sesuai kebutuhan.

Menurut Roberth, ketahanan energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan pasokan semata, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur dan sistem logistik yang mendukungnya. 

“Ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pasokan, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur, armada, serta sistem logistik yang mendukung distribusinya,” katanya.

Selama perjalanan dari Afrika Utara menuju Indonesia, operasional kapal dipantau secara ketat untuk menjamin keamanan muatan, keselamatan pelayaran, serta ketepatan waktu kedatangan. 

Sistem pengawasan terintegrasi diterapkan guna memastikan distribusi energi berjalan andal dari titik asal hingga tujuan akhir.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi