PT PLN (Persero) menyatakan bahwa pasokan batu bara yang memenuhi spesifikasi kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) kini telah didistribusikan dengan lancar. Langkah ini berhasil memulihkan sekaligus memperkuat kembali sistem kelistrikan di pulau Jawa yang sempat terganggu akibat krisis bahan baku dan kendala teknis.
"Pasokan energi primer (batu bara) yang memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan oleh pembangkit kami berjalan dengan lancar," ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam keterangan resminya, Senin (22/6).
Darmawan menambahkan bahwa proses pemulihan penguatan sistem kelistrikan Jawa menunjukkan progres yang signifikan dan membaik secara bertahap. Atas nama manajemen, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas atas ketidaknyamanan yang dipicu oleh kebijakan pemadaman bergilir sepanjang pekan lalu.
Intervensi pemerintah dan evaluasi harga DMO
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi adanya kendala serius pada pasokan batu bara kalori sedang, khususnya dengan spesifikasi sekitar 5.200 kcal/kg GAR yang menjadi andalan utama PLTU milik PLN.
Merespons situasi darurat tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia langsung bergerak cepat dengan membentuk tim khusus pengadaan batu bara kalori sedang. Tak hanya itu, Menteri Bahlil juga membuka peluang untuk merevisi harga acuan batu bara domestik bagi PLN. Langkah evaluasi ini diambil demi menjembatani lonjakan biaya produksi yang dihadapi para pemasok, sekaligus mengatasi tersendatnya pasokan kalori sedang di pasar domestik.
Kebijakan penyesuaian ini nantinya akan berkaitan erat dengan skema kewajiban pasar domestik (Domestic Market Obligation/DMO), di mana harga batu bara untuk kebutuhan PLN saat ini masih dipatok di angka maksimal 70 dolar AS per ton.
Satu PLTU raksasa kembali masuk sistem
Sebagai bagian dari percepatan pemulihan yang dilakukan sejak 19 Juni lalu, pasokan batu bara peringkat menengah dilaporkan telah mulai tiba di berbagai PLTU di seluruh Jawa, baik yang dikelola langsung oleh PLN, mitra kerja, maupun produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).
Darmawan mengungkapkan bahwa salah satu dari dua PLTU raksasa milik IPP yang sempat mengalami gangguan teknis parah kini sudah berhasil diperbaiki. Sejak Minggu (21/6), pembangkit tersebut telah kembali tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa dan mulai menyalurkan daya secara normal.
"Hasilnya, pemadaman bergilir yang terjadi pekan lalu sudah bisa diminimalisasi per hari ini," kata Darmawan laporan yang dikutip dari Antara.
Sebelumnya, kerusakan teknis secara bersamaan pada dua PLTU swasta skala besar sempat memaksa kedua fasilitas tersebut keluar dari sistem kelistrikan interkoneksi Jawa. Hal ini memicu defisit daya yang berujung pada pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah wilayah. Saat ini, PLN bersama para mitra IPP masih terus mematangkan proses perbaikan pada satu unit pembangkit tersisa demi memastikan keandalan listrik Jawa kembali pulih 100 persen.















