ASIA
2 menit membaca
Indonesia pantau dampak kesepakatan damai AS-Iran terhadap harga BBM nasional
Perkembangan diplomatik AS-Iran mendapat respons positif dari pasar. Harga minyak mentah dunia dilaporkan turun hingga berada di bawah level $80 per barel setelah kesepakatan diumumkan.
Indonesia pantau dampak kesepakatan damai AS-Iran terhadap harga BBM nasional
Harga energi global yang berpotensi memengaruhi kebijakan penyesuaian BBM di Indonesia. / Reuters

Indonesia mulai mengkaji potensi dampak kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran terhadap pergerakan harga energi global, termasuk kemungkinan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah adalah prospek kembali normalnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur perdagangan energi yang memiliki peran strategis bagi pasokan minyak dunia.

“Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, nanti kita akan melihat lagi penyesuaian harga,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan.

Meski demikian, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah belum akan langsung mengambil langkah terkait harga BBM. Menurutnya, otoritas masih perlu mencermati implementasi nyata dari kesepakatan yang telah dicapai kedua negara sebelum menarik kesimpulan mengenai dampaknya terhadap pasar energi.

Perjanjian tersebut tercapai pada Kamis dini hari setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) secara digital dari lokasi masing-masing. Dokumen itu ditujukan untuk mengakhiri konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Republik Islam Iran.

Perkembangan diplomatik tersebut mendapat respons positif dari pasar. Harga minyak mentah dunia dilaporkan turun hingga berada di bawah level $80 per barel setelah kesepakatan diumumkan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyambut baik tercapainya kesepakatan damai tersebut. Ia menilai stabilitas geopolitik yang lebih baik dapat memberikan dorongan positif bagi perekonomian Indonesia.

“Kita harus optimistis ekonomi kita akan berjalan dengan baik dan berkembang ke depan, terutama dengan adanya kesepakatan antara Presiden Trump dan pemerintah Iran,” ujar Rosan.

Pemerintah kini terus memantau perkembangan implementasi perjanjian tersebut, termasuk dampaknya terhadap harga energi global yang berpotensi memengaruhi kebijakan penyesuaian BBM di Indonesia.

TerkaitTRT Indonesia - Memorandum AS-Iran 'resmi disepakati' setelah Trump dan Pezeshkian menandatangani perjanjian
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi