Indonesia mengamankan komitmen pendanaan sebesar 17 miliar dolar AS dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional sepanjang periode 2025 hingga 2029.
Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan bilateral antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan pimpinan AIIB di Beijing, China.
Pendanaan tersebut merupakan bagian dari skema Multi-Year Rolling Pipeline yang sebelumnya telah dirancang bersama. Pemerintah memastikan bahwa kerja sama ini tidak hanya melanjutkan program yang sudah ada, tetapi juga menjamin kesinambungan pembiayaan bagi agenda pembangunan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Purbaya menilai komitmen AIIB tersebut sebagai dukungan signifikan bagi pembiayaan infrastruktur dan proyek strategis nasional.
“Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia,” ujarnya di Jakarta.
Selain dukungan finansial, AIIB juga menyampaikan ketertarikan untuk memperluas kehadirannya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di Jakarta. Langkah ini dinilai akan memperkuat koordinasi serta meningkatkan efektivitas implementasi proyek-proyek yang didukung oleh lembaga tersebut.
Pemerintah Indonesia menyambut positif rencana tersebut. Purbaya bahkan berharap kantor tersebut dapat mulai beroperasi pada pertengahan tahun depan.
“AIIB juga berminat untuk membangun semacam kantor cabang di Jakarta. Kita tentu menyambut baik niat tersebut dan saya berharap pada Juni tahun depan kantornya sudah berdiri,” katanya.
Lebih jauh, Purbaya menegaskan bahwa AIIB tetap menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kondisi fiskal Indonesia. Menurutnya, tidak ada kekhawatiran dari pihak lembaga tersebut terhadap stabilitas pengelolaan keuangan negara maupun prospek ekonomi nasional.
“Mereka yakin dengan kredibilitas dan kreativitas fiskal kita,” tambahnya.
Pertemuan dengan AIIB menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menteri Keuangan di Beijing, yang juga mencakup dialog dengan investor global serta otoritas keuangan China.















