Türkiye membawa 26 perusahaan rintisan (startup) teknologi ke pameran VivaTech 2026 di Prancis, kata Menteri Perindustrian dan Teknologi Mehmet Fatih Kacir.
Menurut pernyataan kementerian pada Kamis (18/6), VivaTech 2026, salah satu ajang teknologi dan kewirausahaan terbesar di Eropa, berlangsung hingga 20 Juni dan mempertemukan perusahaan, investor, serta para pemimpin inovasi dari seluruh dunia.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi bersama Kantor Investasi dan Keuangan Kepresidenan turut berpartisipasi dalam acara tersebut melalui paviliun Türkiye.
Saat mengunjungi paviliun tersebut, Kacir mengatakan bahwa 14 dari 26 startup yang berpartisipasi merupakan bagian dari program Turcorn 100, yang mendukung perusahaan teknologi Türkiye dengan potensi mencapai valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS.
"Kami berada di KTT teknologi VivaTech di Prancis. Ini merupakan platform tempat startup teknologi dari seluruh dunia bertemu dan menjalin koneksi dengan para investor," kata Kacir.
"Kami membawa 26 startup teknologi dari Türkiye. Empat belas di antaranya merupakan perusahaan dalam program Turcorn 100 yang berpeluang menjadi perusahaan teknologi Türkiye masa depan dengan valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS," tambahnya.
Kacir mengatakan para startup tersebut mempresentasikan produk dan layanan mereka kepada para investor serta turut membantu mempromosikan bisnis mereka maupun ekosistem teknologi Türkiye.
"Sebagai Kementerian Perindustrian dan Teknologi, bersama Kantor Investasi dan Keuangan Kepresidenan, kami mendukung partisipasi startup teknologi Türkiye di berbagai platform internasional melalui program Turcorn 100," ujarnya.
Kacir mengatakan ekosistem inovasi Türkiye saat ini mencakup lebih dari 13.000 startup teknologi yang beroperasi di 114 teknopark, termasuk hampir 3.000 perusahaan rintisan tahap awal.
"Target kami adalah memiliki 100.000 startup teknologi yang berdiri di Türkiye pada 2030 serta meningkatkan valuasi Turcorn, yakni perusahaan teknologi Türkiye dengan nilai lebih dari 1 miliar dolar AS, menjadi 100 miliar dolar AS," katanya.
Ia menambahkan bahwa Türkiye akan terus memajukan Inisiatif Teknologi Nasional di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
"Kami akan terus memperkuat ambisi untuk menjadi negara yang mampu mengembangkan produk dan layanan teknologi dalam negeri dan nasional dengan sumber daya serta SDM sendiri, sekaligus mampu menawarkannya secara kompetitif ke pasar global," kata Kacir.
















