Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier bahwa perang yang berlangsung di kawasan itu mulai melemahkan Eropa dan memperingatkan bahwa kegagalan mengejar diplomasi yang berfokus pada perdamaian dapat menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar.
Kedua pemimpin berbicara melalui telepon pada Rabu untuk membahas hubungan Türkiye-Jerman serta perkembangan regional dan global utama, menurut Direktorat Komunikasi Türkiye.
Erdogan mengatakan hubungan antara Ankara dan Berlin telah memperoleh momentum kuat dalam beberapa bulan terakhir berkat serangkaian kontak tingkat tinggi antara kedua negara.
Ia menekankan bahwa menjaga dan memperkuat lintasan positif ini tetap penting karena kedua negara menghadapi tantangan geopolitik dan ekonomi yang meningkat.
Erdogan mendorong diplomasi daripada eskalasi
Selama panggilan itu, Erdogan memperingatkan bahwa perang-perang di sekitar kawasan tidak lagi terbatas pada wilayah geografisnya dan mulai secara langsung memengaruhi stabilitas serta kekuatan Eropa.
Ia mengatakan bahwa kecuali arah ini diatasi dengan pendekatan yang berpusat pada perdamaian, kerusakan jangka panjang akibat konflik yang berlanjut akan menjadi jauh lebih parah.
Presiden Türkiye menegaskan bahwa Ankara terus mendukung diplomasi sebagai jalur utama untuk menyelesaikan krisis internasional besar.
Ia mengatakan Türkiye secara aktif bekerja untuk membantu mengakhiri baik ketegangan yang melibatkan Iran maupun perang Rusia-Ukraina melalui negosiasi yang bertujuan mencapai perdamaian yang langgeng.
Erdogan mencatat bahwa, sama seperti Türkiye telah mencari dialog mengenai Iran, negara itu juga mendorong dimulainya kembali negosiasi antara Moskwa dan Kiev untuk membawa perang ini ke kesimpulan yang damai.
Türkiye berulang kali menempatkan diri sebagai mediator dalam konflik regional, berupaya menjaga saluran diplomatik dengan semua pihak sambil menyerukan penyelesaian melalui negosiasi daripada eskalasi militer yang berkepanjangan.
Pembicaraan itu mencerminkan upaya lebih luas Ankara untuk memperkuat hubungan dengan mitra-mitra kunci Eropa sambil memajukan peran diplomatiknya dalam beberapa konflik paling berbahaya di dunia.


























