Kepala Komunikasi Türkiye Burhanettin Duran mengatakan NATO harus menyesuaikan diri dengan realitas perang struktural dengan mengadopsi pendekatan yang kuat dan menyeluruh serta fokus pada manajemen krisis yang tangguh.
Menyoroti perbedaan strategi pertahanan antar negara anggota, Burhanettin Duran mencatat bahwa variasi ini sering menyebabkan ketidaksepakatan dalam Aliansi.
“NATO harus membentuk kembali dirinya untuk menghadapi perang struktural modern, dengan fokus pada ketahanan, pencegahan yang efektif, dan manajemen krisis yang kuat,” katanya pada hari Kamis (9/4/2026).
Berbicara pada sebuah konferensi bertajuk "Momen Ankara NATO: Pemosisian Strategis untuk Aliansi yang Tangguh" di ibu kota Türkiye, ia mengatakan bahwa Türkiye memiliki kapasitas untuk memberikan kontribusi signifikan kepada Aliansi.
“Türkiye, dalam hal ini, memiliki kekuatan dan kapabilitas untuk memberikan kontribusi besar kepada NATO, sebagaimana yang telah dilakukannya di masa lalu dan berencana untuk terus dilakukan di masa depan,” tambahnya.

Türkiye dalam NATO
Menunjuk bagaimana Aliansi berkembang selama beberapa dekade, Burhanettin Duran menekankan bahwa NATO pada awalnya didirikan untuk menghadapi ancaman Soviet dan berhasil memenuhi misinya setelah berakhirnya Perang Dingin.
Ia memperingatkan bahwa dunia saat ini menghadapi keretakan dalam tatanan internasional yang multi-dimensi dan kompleks.
“NATO, sekali lagi, kini berada di bawah tekanan untuk mengubah pendekatannya,” kata Duran.
Menyentuh krisis kontemporer, ia menyoroti konflik di Ukraina, perang AS-Israel terhadap Iran, dan ketegangan di seluruh Timur Tengah.
Duran juga menekankan peran strategis Türkiye dan perspektif keamanannya yang 360 derajat.
“Türkiye, dalam proses ini, tidak hanya bekerja untuk mengamankan perbatasan sendiri tetapi juga untuk memperkuat perdamaian dan keamanan di seluruh kawasan dan dunia,” katanya.
Ia menyebut inisiatif diplomatik Ankara di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan, mengatakan bahwa Türkiye memainkan peran konstruktif dalam krisis antara Rusia dan Ukraina serta dalam mencapai solusi yang adil untuk krisis Karabakh.
Di luar wilayahnya, Türkiye aktif mempromosikan perdamaian di Afrika, memediasi antara pihak yang berperang untuk mendorong stabilitas di seluruh benua.















