Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat kunci sektor ekonomi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis siang (21/5). Pertemuan tersebut berlangsung di tengah berbagai agenda kebijakan ekonomi pemerintah, meski rincian pembahasan belum disampaikan secara terbuka.
Sejumlah menteri mulai tiba sekitar pukul 12.23 WIB. Di antara yang hadir terlihat Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Hilirisasi dan Investasi Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Mereka datang hampir bersamaan, mengenakan batik, dan membawa dokumen masing-masing.
Rosan menyebut undangan yang diterimanya bersifat informal. “Undangan makan siang,” ujarnya singkat kepada wartawan saat tiba di lokasi. Meski demikian, ia mengindikasikan akan menyampaikan laporan kepada presiden, termasuk terkait mekanisme kebijakan yang tengah disiapkan.
Pertemuan ini diduga turut membahas rencana pembentukan lembaga ekspor nasional, termasuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai BUMN khusus ekspor, sebagaimana sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo.
Ketika ditanya kemungkinan pembahasan mengenai badan baru BUMN Ekspor yang baru dibentuk, Rosan tidak memberikan penjelasan rinci. Ia hanya menegaskan akan melaporkan terlebih dahulu sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, Agus Gumiwang juga memilih menunggu arahan langsung dari kepala negara. “Kita lihat pak presiden mau berikan arahan apa,” katanya.
Nada serupa disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengaku hadir untuk memenuhi undangan makan siang sembari membawa bahan laporan sebagai antisipasi. “Ini selalu jaga-jaga, kalau ditanya jangan sampai nggak bisa,” ujarnya.
Pertemuan ini menjadi sorotan karena melibatkan para pengambil kebijakan utama di bidang ekonomi, meskipun hingga kini pemerintah belum mengonfirmasi agenda resmi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan ini berlangsung di tengah tekanan terhadap pasar domestik, di mana nilai tukar rupiah dilaporkan melemah ke level terendah dalam beberapa waktu terakhir, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terkoreksi signifikan, mencerminkan dampak gejolak ekonomi global terhadap perekonomian nasional.
Sehari sebelumnya, pada 20 Mei, Presiden Prabowo Subianto telah memaparkan arah dan strategi ekonomi nasional ke depan, yang menjadi latar penting bagi konsolidasi kebijakan bersama jajaran menteri ekonomi saat ini.















