BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Kementerian ESDM resmi tawarkan investasi 13 wilayah kerja migas di IPA Convex 2026
Indonesia masih memiliki 118 area potensial untuk pengembangan blok migas baru. Pemerintah berencana terus menawarkan wilayah kerja tambahan dalam beberapa tahun.
Kementerian ESDM resmi tawarkan investasi 13 wilayah kerja migas di IPA Convex 2026
Total estimasi sumber daya dari seluruh blok yang ditawarkan mencapai sekitar 16 miliar barel minyak dan 81,85 triliun kaki kubik gas. / Dok. ESDM

Indonesia membuka penawaran 13 wilayah kerja minyak dan gas bumi dalam putaran lelang pertama tahun 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah menarik investasi baru untuk sektor energi dan membalik tren penurunan produksi migas dalam satu dekade terakhir.

Pengumuman tersebut disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Tangerang, Banten. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, mengatakan total 13 blok migas ditawarkan melalui dua mekanisme, yakni penawaran langsung dan tender reguler.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan menerapkan pendekatan yang setara bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan sektor hulu migas, mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), pemerintah daerah, hingga pelaku usaha lokal. Pernyataan itu disampaikan dalam pembukaan IPA Convex 2026.

"Saya akan sampaikan equal treatment. Bagi negara, berpihak kepada BUMN itu penting, tapi jauh lebih penting adalah memikirkan semua kepentingan negara. KKKS yang lain juga mempunyai kontribusi yang sama terhadap pembangunan bangsa dan negara," ujar Bahlil.

Wilayah kerja migas

Dua blok ditawarkan melalui skema penawaran langsung, yakni WK Natuna D-Alpha di lepas pantai Natuna dengan estimasi sumber daya sekitar 2,865 miliar barel minyak, serta WK Sapukala di Selat Makassar yang diperkirakan memiliki potensi gas sebesar 2,309 BSCF.

Sebanyak 11 wilayah kerja lainnya masuk dalam tender reguler. Di antaranya WK Namori di lepas pantai Nusa Tenggara Timur dengan estimasi sumber daya mencapai 17,475 miliar barel minyak atau 38,5 triliun kaki kubik gas. Pemerintah juga menawarkan WK Rombebai dan WK Jayapura di Papua dengan potensi gas masing-masing sekitar 14,75 TCF dan 19,4 TCF.

Blok lain yang ikut dilelang meliputi WK Rupat dan WK Puri di Riau, WK Pesut Mahakam di Kalimantan Timur, WK Bengara II dan Maratua II di Kalimantan Utara, WK South Tanimbar di Laut Arafura, WK Cerera di Papua, serta WK Areca Bruni di Papua Barat Daya.

Menurut Reuters, total estimasi sumber daya dari seluruh blok yang ditawarkan mencapai sekitar 16 miliar barel minyak dan 81,85 triliun kaki kubik gas. Indonesia masih memiliki 118 area potensial untuk pengembangan blok migas baru. Pemerintah berencana terus menawarkan wilayah kerja tambahan dalam beberapa tahun ke depan untuk meningkatkan produksi energi nasional.

TerkaitTRT Indonesia - Kementerian ESDM tawarkan 116 blok migas baru untuk tarik investor global

SUMBER:TRT Indonesia