Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mencapai 4,68 juta kunjungan pada periode Januari-April 2026, naik 8,24 persen dibandingkan 4,33 juta kunjungan pada periode yang sama tahun lalu.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan peningkatan tersebut terjadi di tengah dinamika geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia.
“Pertumbuhan ini tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia, didukung oleh strategi pemasaran yang adaptif,” kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, dikutip dari Antara.
Selain jumlah kunjungan, kualitas belanja wisatawan asing juga meningkat. Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara naik 5,36 persen menjadi 1.345,61 dolar AS atau sekitar Rp22,68 juta per kunjungan.
Peningkatan tersebut turut mendorong devisa sektor pariwisata tumbuh 6,30 persen menjadi Rp68,28 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Menurut Qodari, kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) pada triwulan I 2026 diperkirakan berada pada kisaran 4,01-5 persen atau setara Rp248 triliun hingga Rp309 triliun.
Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kinerja sektor pariwisata melalui pengembangan desa wisata dan penyelenggaraan berbagai agenda wisata. Saat ini terdapat lebih dari 6.200 desa wisata yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, Kementerian Pariwisata terus meningkatkan kualitas layanan melalui kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan sejumlah mitra strategis.
Sepanjang 2026, pemerintah menargetkan penyelenggaraan 125 acara pariwisata di 30 provinsi. Hingga pertengahan Juni, sebanyak 38 acara telah terlaksana dengan total 1,19 juta pengunjung dan menghasilkan perputaran ekonomi sebesar Rp85 miliar.
















