Boroujerdi menegaskan, langkah Indonesia penting untuk mendorong stabilitas di kawasan Timur Tengah.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah Republik Indonesia yang bersedia menjembatani terciptanya perdamaian di wilayah tersebut,” ujarnya saat bertemu sejumlah tokoh Islam Indonesia di Jakarta, Jumat (3/4).
Pertemuan ini dihadiri tokoh-tokoh penting, termasuk Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi, Ketua Umum Pimpinan Pusat Wanita Islam Marfuah Musthofa, perwakilan Al Washliyah, serta Badan Koordinasi Muballigh se-Indonesia (Bakomubin).
Apresiasi untuk Din Syamsuddin dan seruan persatuan Umat Islam
Boroujerdi memberikan penghargaan khusus kepada Din Syamsuddin, Ketua Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC).
Ia menilai Din memiliki peran besar dalam mendorong perdamaian, baik di tingkat regional maupun global.
“Saya mengucapkan terima kasih spesial terhadap Prof. Syamsuddin atas usaha besarnya menciptakan perdamaian yang langgeng, baik di wilayah maupun di dunia,” kata Boroujerdi.
Selain itu, Dubes Iran menyerukan agar umat Islam di Indonesia bersatu menolak perang dan kekerasan.
Ia menekankan bahwa rezim Zionis menentang berbagai agama. Bahkan, akses umat Islam untuk beribadah di Masjidil Aqsa dibatasi.

Din Syamsuddin menegaskan bahwa persatuan umat Islam adalah kunci perdamaian dunia.
Ia mengingatkan agar umat Islam tidak terpecah oleh perbedaan mazhab, seperti Sunni dan Syiah, maupun perbedaan etnis dan budaya.
“Kita adalah sesama Muslim yang diajarkan agama untuk menumbuhkan persaudaraan keimanan dan persaudaraan keislaman,” ujarnya.
Din juga menyampaikan solidaritas bagi rakyat Iran yang terdampak konflik.
Ia mendorong penguatan kerja sama antara Indonesia dan Iran melalui organisasi masyarakat maupun institusi pendidikan.
Tujuannya adalah kemajuan bersama dan perdamaian global.
Boroujerdi menekankan, komitmen Indonesia menjadi fasilitator bukan hanya penting bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga berdampak positif bagi perdamaian dunia.
Menurutnya, peran Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia sangat strategis dalam mendorong dialog dan kerja sama antarumat beragama.














