Korban jiwa akibat tragedi tenggelamnya kapal feri di perairan Laut Jawa terus bertambah. Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis oleh Reuters pada Rabu (23/9), jumlah korban tewas resmi teridentifikasi sebanyak 26 orang, meningkat dari data sebelumnya yang mencatat 20 korban jiwa.
Feri Virgo Transport 8 diketahui membawa total 243 orang, yang terdiri atas 213 penumpang dan 30 anak buah kapal (ABK), serta sejumlah kendaraan. Kapal tersebut mengalami musibah dan terbalik akibat cuaca buruk pada dini hari tanggal 13 September lalu, dalam pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii menyampaikan bahwa tim gabungan dari unsur penjaga pantai dan TNI Angkatan Laut berhasil menemukan tambahan jenazah dalam beberapa hari terakhir. Sebanyak 14 jenazah dievakuasi langsung dari bangkai kapal dalam tiga hari terakhir, sementara dua jenazah lainnya ditemukan terdampar di wilayah pesisir Provinsi Kalimantan Tengah, berjarak sekitar 253 kilometer dari titik lokasi kecelakaan.
Hingga Rabu, dari total manifest yang ada, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, 26 orang meninggal dunia, dan 109 orang lainnya masih dalam proses pencarian intensif. Rincian penemuan korban meliputi lima jenazah pada Senin, empat jenazah pada Selasa, dan tujuh jenazah pada Rabu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa fokus utama operasi penyelaman hari ini diarahkan ke dalam kabin kapal. Tim penyelam sebelumnya telah berhasil memecahkan kaca kabin pada Selasa, namun proses evakuasi sempat terkendala oleh kondisi air yang keruh serta arus bawah laut yang deras.
Selain menyisir area kabin, tim penyelam juga bersiap memeriksa tumpukan kendaraan di dalam lambung kapal jika situasi memungkinkan. Namun, posisi kendaraan yang saling bertumpuk dinilai memiliki tingkat risiko tinggi bagi keselamatan tim penyelam.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban tenggelamnya feri ini resmi diperpanjang hingga hari Minggu pekan depan. Sementara itu, upaya untuk membalikkan posisi bangkai kapal yang masih terbalik di dasar laut terus dipersiapkan oleh pihak berwenang.


















