ASIA
2 menit membaca
Pemerintah kerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel untuk penanganan karhutla
Data Sistem Monitoring Karhutla Kementerian Kehutanan yang menggunakan pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 menunjukkan aktivitas titik panas masih tinggi.
Pemerintah kerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel untuk penanganan karhutla
Operasi tersebut diperkuat 54.394 personel gabungan dan melibatkan 64 pesawat untuk operasi water bombing. / Dok. TNI AU

Pemerintah Indonesia mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Operasi dilakukan melalui jalur udara dan darat untuk memadamkan api, menghambat penyebaran kebakaran, serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan seluruh unsur terkait terus dikerahkan dalam penanganan karhutla, termasuk untuk melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran dan asap.

Dukungan udara telah berlangsung sejak Agustus dengan melibatkan 64 pesawat untuk operasi water bombing. Sebanyak 55 pesawat berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sementara sembilan lainnya dikerahkan oleh TNI.

Operasi tersebut diperkuat 54.394 personel gabungan yang berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, dan masyarakat.

“Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,” kata Teddy.

Personel gabungan ditempatkan di sejumlah wilayah dengan jumlah terbesar berada di Kalimantan Barat sebanyak 14.759 orang, disusul Riau dan Kepulauan Riau 14.382 orang, Sumatera Selatan 11.026 orang, Jambi 5.984 orang, Kalimantan Tengah 4.686 orang, serta Kalimantan Selatan 3.557 orang.

luas wilayah Indonesia dan karakteristik lahan gambut yang sulit ditangani menjadi tantangan dalam pengendalian karhutla. Namun, operasi pemadaman tetap dilanjutkan melalui pengerahan kekuatan di darat dan udara.

“Luasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,” lanjutnya.

Sementara itu, data Sistem Monitoring Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan yang menggunakan pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 menunjukkan aktivitas titik panas masih tinggi.

Hingga Sabtu (19/9), sebanyak 1.323 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut meningkat 777 titik dibandingkan sehari sebelumnya, ketika 546 titik panas tercatat pada Jumat, 18 September 2026.

TerkaitTRT Indonesia - Karhutla Indonesia berpotensi berlanjut hingga awal November – Kemenhut

SUMBER:TRT Indonesia